src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kemarau Panjang Melanda, Ini Tata Cara Salat Istisqa untuk Memohon Hujan

Kemarau Panjang Melanda, Ini Tata Cara Salat Istisqa untuk Memohon Hujan

waktu baca 3 menit
Jumat, 21 Agu 2026 12:23 27 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Kemarau panjang yang memicu kekeringan, gagal panen, kebakaran hutan dan lahan hingga pencemaran udara menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam ajaran Islam, umat dianjurkan melaksanakan salat istisqa sebagai salah satu ikhtiar untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

Dilansir dari Kementerian Agama (Kemenag), salat istisqa merupakan salat sunah yang dilaksanakan untuk memohon hujan ketika terjadi kemarau berkepanjangan. Pelaksanaannya dilakukan secara berjamaah di lapangan pada pagi hari, dengan tata cara yang menyerupai salat Id.

Dianjurkan Berpuasa Tiga Hari

Sebelum melaksanakan salat istisqa, masyarakat dianjurkan berpuasa selama tiga hari. Anjuran tersebut menjadi bagian dari persiapan spiritual sebelum umat bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT.

Pada hari keempat, masyarakat dapat berkumpul di lapangan pada pagi hari. Waktu pelaksanaan salat istisqa disamakan dengan waktu pelaksanaan salat Idulfitri maupun Iduladha.

Pelaksanaan secara berjamaah juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak doa, istighfar, serta memohon ampun atas berbagai kesalahan dan dosa.

Niat Salat Istisqa

Sebelum memulai salat, jamaah berniat melaksanakan salat sunah istisqa sebanyak dua rakaat karena Allah SWT.

Bacaan niatnya adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ الإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat salat sunah istisqa dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Salat Istisqa

Secara umum, tata cara salat istisqa sama seperti salat Id. Salat ini dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah.

Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram dilakukan takbir sebanyak tujuh kali. Setelah itu, salat dilanjutkan dengan membaca surah, rukuk, iktidal, sujud, dan rangkaian gerakan lainnya hingga selesai.

Memasuki rakaat kedua, dilakukan takbir sebanyak lima kali. Setelah seluruh rangkaian salat selesai, imam mengakhiri salat dengan salam.

Dengan demikian, salat istisqa memiliki dua rakaat dengan tambahan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua, sebagaimana pelaksanaan salat Id.

Dilanjutkan dengan Dua Khutbah

Setelah salat selesai, khatib menyampaikan khutbah yang didengarkan oleh seluruh jamaah.

Khutbah salat istisqa terdiri atas dua khutbah. Khatib menyampaikan khutbah dengan berdiri dan diselingi satu kali duduk di antara khutbah pertama dan kedua.

Rukun dan tata cara khutbah pada dasarnya sama dengan khutbah salat Id. Perbedaannya, khatib dianjurkan membaca takbir sebanyak sembilan kali pada khutbah pertama dan tujuh kali pada khutbah kedua.

Materi khutbah salat istisqa dianjurkan berisi ajakan kepada umat Islam untuk bertaubat, memohon ampun atas dosa, serta memperbanyak istighfar.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghambaan dan permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, hewan, tumbuhan, serta seluruh makhluk hidup.

Khatib Menghadap Kiblat Saat Berdoa

Salah satu bagian yang dianjurkan dalam pelaksanaan salat meminta hujan adalah tata cara doa ketika khutbah.

Pada akhir khutbah pertama dan khutbah kedua, khatib disunahkan berdoa dengan membalikkan badan sehingga membelakangi jamaah dan menghadap kiblat.

Khatib juga disunahkan menukar posisi selendang atau sorban yang dikenakan di pundaknya, kemudian mengangkat kedua tangan ketika memanjatkan doa.

Tradisi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan salat istisqa sebagai bentuk kerendahan diri dan kesungguhan umat dalam memohon pertolongan Allah SWT.

Ikhtiar Spiritual di Tengah Kemarau

Pelaksanaan salat istisqa tidak terlepas dari upaya manusia untuk menghadapi kondisi kemarau panjang. Selain menjalankan ikhtiar spiritual, masyarakat tetap perlu melakukan berbagai langkah nyata untuk menghadapi kekeringan, menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, serta mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Di tengah kondisi cuaca yang kering, salat istisqa dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan introspeksi diri. Tata cara salat istisqa juga dapat dipelajari bersama agar pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan yang dianjurkan.

LAINNYA
x