src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO – Dampak asap karhutla bagi kesehatan perlu diwaspadai karena paparan partikel halus yang terkandung di dalamnya dapat mengganggu sistem pernapasan hingga meningkatkan risiko gangguan jantung. Kondisi ini lebih berisiko dialami anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung.
Dilansir dari Alodokter, asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengandung campuran gas serta partikel halus, termasuk PM2.5, yang ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. Sebagian partikel bahkan dapat mencapai aliran darah dan memengaruhi kesehatan tubuh.
Paparan asap karhutla dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari mata perih, batuk, sakit kepala, hingga sesak napas. Tingkat keparahannya bergantung pada kondisi setiap orang, konsentrasi asap di udara, serta lamanya paparan.
Karena itu, masyarakat perlu memahami dampak asap karhutla bagi kesehatan sekaligus mengetahui langkah perlindungan yang dapat dilakukan ketika kualitas udara memburuk.
Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat menimbulkan masalah kesehatan. Berikut tujuh dampak yang perlu diperhatikan.
Salah satu dampak asap karhutla bagi kesehatan yang paling mudah dirasakan adalah iritasi pada mata dan saluran pernapasan bagian atas.
Partikel halus serta zat iritan dalam asap dapat membuat mata terasa perih dan berair. Selain itu, seseorang bisa mengalami hidung gatal, pilek, bersin-bersin, tenggorokan kering, hingga suara serak.
Keluhan tersebut dapat semakin terasa ketika asap di lingkungan sekitar semakin pekat. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengurangi paparan langsung, terutama saat kualitas udara memburuk.
Paparan asap karhutla dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menimbulkan keluhan berupa batuk, napas berbunyi atau mengi, dada terasa berat, hingga sesak napas.
Risiko tersebut perlu diperhatikan oleh masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Paparan asap dapat memicu kekambuhan atau memperburuk gejala yang sebelumnya sudah dialami.
Orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga berpotensi mengalami gejala yang lebih berat, seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.
Semakin lama seseorang terpapar asap atau semakin tinggi konsentrasi asap di udara, semakin besar pula alasan untuk mewaspadai gangguan pernapasan.
Selain mengganggu sistem pernapasan, asap karhutla juga dapat disertai keluhan sakit kepala dan tubuh terasa lelah.
Gejala ini perlu diperhatikan, terutama ketika kualitas udara sedang buruk dan masyarakat sulit menghindari paparan asap dalam aktivitas sehari-hari.
Jika sakit kepala atau kelelahan disertai sesak napas, nyeri dada, kebingungan, maupun keluhan berat lainnya, segera cari pertolongan medis.
Partikel halus dalam asap karhutla dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan memicu peradangan yang turut memengaruhi fungsi jantung serta pembuluh darah.
Paparan polusi udara dalam konsentrasi tinggi atau dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.
Risiko tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari lansia dan orang yang memiliki penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau faktor risiko kardiovaskular lainnya.
Jika muncul nyeri dada, sesak napas secara mendadak, atau keringat dingin yang tidak biasa, segera dapatkan pertolongan medis.
Ibu hamil termasuk kelompok yang perlu lebih berhati-hati saat terjadi karhutla, terutama ketika kualitas udara di lingkungan tempat tinggal menurun.
Paparan polusi udara selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.
Ibu hamil yang mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Apabila gerakan janin berkurang atau muncul tanda bahaya kehamilan lainnya, pertolongan medis perlu segera dicari.
Anak-anak dan lansia merupakan kelompok yang lebih rentan mengalami dampak asap karhutla bagi kesehatan.
Pada anak-anak, sistem pernapasan yang masih berkembang membuat mereka lebih rentan terhadap polusi udara. Mereka juga menghirup lebih banyak udara dibandingkan ukuran tubuhnya sehingga paparan polutan dapat memberikan dampak lebih besar.
Sementara itu, lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan yang berat, khususnya jika disertai penyakit seperti asma, PPOK, atau penyakit jantung.
Paparan asap pada kedua kelompok tersebut dapat memicu keluhan mulai dari batuk dan iritasi saluran pernapasan hingga sesak napas. Karena itu, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi ketika kualitas udara memburuk.
Dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak.
Kekhawatiran terhadap keselamatan diri dan keluarga, kehilangan tempat tinggal atau mata pencaharian, serta keharusan mengungsi dapat memicu stres dan kecemasan.
Jika berlangsung dalam waktu lama, tekanan tersebut dapat mengganggu kualitas tidur, konsentrasi, dan aktivitas sehari-hari. Sebagian orang juga dapat merasa sedih, mudah marah, atau terus-menerus khawatir terhadap situasi yang dihadapi.
Dukungan keluarga dan perhatian terhadap kondisi psikologis menjadi hal penting, terutama bagi masyarakat yang mengalami dampak karhutla secara langsung.
Paparan asap karhutla memang tidak selalu dapat dihindari sepenuhnya. Namun, sejumlah langkah dapat dilakukan untuk mengurangi paparan dan menjaga kesehatan selama kualitas udara memburuk.
Kurangi kegiatan di luar ruangan, terutama olahraga, pekerjaan fisik berat, atau perjalanan yang tidak mendesak ketika udara dipenuhi asap.
Jika memungkinkan, pantau informasi kualitas udara sebelum beraktivitas dan pilih waktu ketika kondisi udara lebih baik.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung perlu lebih berhati-hati dan sebisa mungkin menghindari aktivitas di luar ruangan saat polusi meningkat.
Jika harus keluar rumah, gunakan masker respirator seperti N95 atau KN95 yang pas di wajah dan menutupi hidung serta mulut dengan rapat.
Masker jenis ini mampu menyaring partikel halus dalam asap lebih baik daripada masker kain biasa, selama digunakan dengan benar dan tidak terdapat banyak celah di sekitar hidung maupun pipi.
Meski demikian, masker respirator tidak dapat menyaring seluruh jenis gas berbahaya yang terkandung dalam asap karhutla.
Ketika asap mulai masuk ke dalam rumah, tutup pintu, jendela, dan celah lain yang memungkinkan udara tercemar masuk.
Jika tersedia, gunakan alat pembersih udara dengan filter HEPA di ruangan yang paling sering digunakan. Pastikan pula pengaturan pendingin ruangan tidak memasukkan udara luar yang tercemar.
Apabila memungkinkan, siapkan satu ruangan dengan kualitas udara lebih bersih sebagai tempat berlindung selama kondisi di luar rumah memburuk.
Masyarakat juga perlu menghindari kegiatan yang dapat menambah polusi udara di dalam rumah.
Beberapa aktivitas yang sebaiknya dihindari antara lain merokok, membakar sampah, menyalakan lilin atau dupa, serta memasak dengan cara yang menghasilkan banyak asap tanpa ventilasi memadai.
Jika menggunakan alat pembersih udara, sesuaikan kapasitasnya dengan ukuran ruangan. Filter juga perlu dibersihkan atau diganti sesuai petunjuk penggunaan.
Memenuhi kebutuhan air putih dan memperoleh istirahat yang cukup dapat membantu menjaga kondisi tubuh selama terjadi karhutla.
Air putih juga membantu menjaga kelembapan tenggorokan, terutama ketika seseorang mengalami iritasi akibat paparan asap.
Namun, minum air putih dan beristirahat tidak cukup untuk mengatasi seluruh dampak paparan asap. Jika batuk menetap, sesak napas, atau keluhan lain semakin berat, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.
Bagi masyarakat yang memiliki asma, PPOK, atau penyakit jantung, pastikan obat rutin tersedia dan digunakan sesuai anjuran dokter.
Jangan menghentikan pengobatan atau mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.
Khusus penderita asma, ikuti rencana penanganan yang telah diberikan dokter. Jika sesak napas tidak membaik setelah menggunakan obat sesuai petunjuk atau gejala semakin berat, segera cari pertolongan medis.
Masyarakat perlu mengenali gejala yang menandakan kondisi serius setelah terpapar asap karhutla.
Segera cari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas berat, nyeri dada, kebingungan, pingsan, atau bibir maupun wajah tampak kebiruan.
Pada anak-anak, tanda bahaya dapat berupa napas lebih cepat dari biasanya, kesulitan bernapas, atau tubuh terlihat sangat lemas.
Lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan dan jantung juga perlu segera diperiksa apabila keluhannya memburuk.
Jangan menunda pemeriksaan jika gejala menetap atau semakin parah. Jika muncul tanda bahaya, segera menuju instalasi gawat darurat (IGD) atau hubungi layanan kegawatdaruratan setempat.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan sebaiknya menyiapkan rencana darurat bersama keluarga.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyediakan emergency bag atau tas siaga bencana yang mudah dijangkau apabila sewaktu-waktu harus mengungsi.
Berikut perlengkapan yang sebaiknya disiapkan:
Simpan tas darurat di tempat yang mudah dijangkau dan periksa isinya secara berkala. Pastikan obat-obatan, makanan, dan air minum belum kedaluwarsa.
Selain itu, cari tahu lokasi fasilitas kesehatan dan tempat pengungsian terdekat. Seluruh anggota keluarga sebaiknya mengetahui langkah yang harus dilakukan jika kualitas udara memburuk atau evakuasi diperlukan.
Paparan asap karhutla dapat menimbulkan keluhan dengan tingkat keparahan berbeda-beda. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan perubahan kondisi tubuh setelah berada di lingkungan yang dipenuhi asap.
Namun, jika keluhan menetap, sering kambuh, atau semakin berat, segera konsultasikan kondisi tersebut secara langsung kepada dokter. Pemeriksaan perlu menjadi perhatian khusus bagi orang yang memiliki riwayat asma, PPOK, atau penyakit jantung.
Mengurangi paparan asap, menjaga kualitas udara di dalam rumah, serta mengenali tanda bahaya merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan selama terjadi karhutla.