src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Garap Bisnis Perairan Muara Berau, PT Tunggang Parangan Gandeng Anak Usaha BUMN

Garap Bisnis Perairan Muara Berau, PT Tunggang Parangan Gandeng Anak Usaha BUMN

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Mar 2025 18:52 339 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Potensi ekonomi di perairan sungai Mahakam sangat besar. Namun, belum memberikan dampak besar kepada daerah. PT Tunggang Parangan menggandeng PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) anak usaha dari BUMN Krakatau Steel guna memaksimalkan potensi ekonomi agar bisa dinikmati warga Kukar.

Penandatanganan MoU kedua belah pihak berlangsung pada Jumat 14 Maret 2025 di kantor PT Tunggang Parangan Tenggarong. “Ini sudah lama direncanakan dengan Dirut KBS Noor Fuad. Karena potensi ekonomi perairan Mahakam sangat besar,” ucap Dirut TP, Awang Luthfi.

Saat ini bisnis Pandu Tunda di Tenggarong kian meningkat 1.000-1200 layanan per bulan, sedangkan pandu tunda Martadipura Kota Bangun juga terus alami peningkatan 400-500 layanan per bulannya. Perusda TP sudah banyak bermitra dengan berbagai pihak sesuai dengan jalur bisnis yang dijalani.

“Kami akan konsen dari kerja sama ini, garap perairan Muara Berau dengan KBS yang potensi layanan pandu tundanya sangat besar, bisa 3.000-4.000 layanan per bulan,” ucapnya.

Plt Dirut KBS Noor Fuad mengaku senang karena dengan kerja sama ini karena berbisnis di Kukar menjadi impian dirinya sejak 2023 sejak bertemu dengan Dirut Tunggang Parangan.
“Saya ingin mengembangkan bisnis di Kukar, akhirnya bisa terwujud,” jelasnya.

Bidang usaha yang dijalankan KBS meliputi eksekusi logistik, penyedia jasa logistik terintegrasi. Juga pengembangan bisnis perkapalan. “Bisa kita garap lebih maksimal dari sisi bisnisnya antara kedua belah pihak,” katanya.

Bupati Kukar Edi Damansyah selaku pemilik modal Tunggang Parangan berharap dari MoU tersebut membawa keuntungan kedua belah pihak. “Saya sebut ini kerja antarpemerintah. Tunggang Parangan milik pemkab Kukar, sedang KBS milik BUMN,” ucap bupati Edi.

Edi berpesan kedua perusaan harus produktif berbisnis, dalam menggali potensi kemaritiman Kukar yang sangat besar. Kukar sudah  5 tahun memperjuangkan pengelolaan potensi perairan Mahakam, tapi ternyata kewenangan ada di KSOP, Kemenhub.

“Perusda Tunggang Parangan sudah kerja sama dengan Pelindo, akan tetapi dari sisi tundanya saja. Dengan melibatkan KBS, bukan hanya di Muara Berau, tapi untuk maksimalkan di Kota Bangun dan Muara Muntai,” jelasnya.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x