src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Dirut Perusda Tunggang Parangan Awang Muhammad Luthfi. (ist)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Berangkat dengan kondisi perusahaan yang tidak sehat, tugas Awang Muhammad Luthfi setelah dilantik sebagai Dirut Perusda Tunggang Parangan (TP) cukup berat. Dia harus membenahi karut-marut keuangan perusahaan pelat merah tersebut selama dua tahun belakangan.
Kini, perusahaan pelat merah tersebut sudah menunjukkan pemulihan menuju kondisi sehat. Ini dibuktikan beberapa hutang mulai dibayarkan. “Alhamdulillah, sudah kita lunasi utang pajak sebesar hampir Rp 2 miliar,” cerita Awang Luthfi pada Rabu 17 Januari 2024 di ruang kerjanya.
Awang Luthfi berkomitmen akan melunasi utang-utang yang masih tercatat di Perusda TP secara perlahan. Dirinya bercerita, pertama kali menjabat Dirut Perusda TP pada 2022 lalu, memang terasa berat. Dia harus membenahi Perusda yang hidup segan mati tak mau. Namun, dirinya sangat optimis mampu membenahi perusahaan.
Perusahaan tersebut hampir tidak dilirik oleh mitra kerja di tengah pendapatan yang minus, dan tidak ada modal dan aset. Sekarang, sudah mulai beberapa mitra sangat yakin menjalin kerja sama dengan Perusda TP.
“Kita berusaha terus yakinkan mitra kerja, bahwa Perusda TP tidak seperti yang dulu, dan terus berbenah dengan rencana program kerja dan bisnis yang dijalankan,” ucapnya.
Jalur bisnis yang digeluti Perusda TP saat ini terkait pengelolaan alur sungai Mahakam dan pelabuhan dengan metode kerja pandu tunda kapal tongkang batu bara. Pada 2022 hanya satu jalur saja yang ada di Tenggarong. “Bisnis pandu tunda kita sudah berkembang di 2023 sampai ke Kota Bangun karena ada juga pelabuhan di sana,” ucapnya.
Belum lagi, layanan terus ditingkatkan, dulu aktifitas pandu tunda minimal 12 jam maksimal 18 jam.
“Mulai Januari 2024 layanan pandu tunda menjadi 24 jam dengan konsekwensi tambahan SDM,” jelasnya.
Luthfi menambahkan Perusda TP juga sudah merambah bisnis pengadaan barang dan jasa, bermitra dengan instansi Pemda seperti Disperindag dan Disdikbud Kukar. “Kalau bisnis di IKN, kami masih wait and see dulu, jika memang menguntung bagi kami, maka akan kami ambil,” jelasnya.(Andri)
Ikuti Saluran whatsapp Headline Kaltim dan Google News Headline Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya