src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Proses pencarian korban bencana tanah longsor. (ist/Basarnas) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) atas peristiwa tanah longsor yang terjadi di Jl. Gerilya, Gang Keluarga, Samarinda, Kalimantan Timur, resmi ditutup pada Rabu 28 Mei 2025 setelah korban terakhir ditemukan oleh tim SAR gabungan. Korban Sutiah (40) yang sebelumnya tertimbun dan hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lima orang selamat dalam bencana tersebut.
Pencarian pada hari kedua dilaksanakan mulai pukul 07.00 WITA, diawali dengan briefing Tim SAR Gabungan. Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan bantuan dua unit ekskavator dari Dinas PUPR Kota Samarinda. Pada pukul 16.27 WITA, Sutiah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertimbun reruntuhan bangunan.
“Alhamdulillah seluruh korban berhasil ditemukan. Setelah debriefing bersama seluruh unsur potensi SAR, operasi ini kami usulkan untuk ditutup, dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing dengan tetap siaga,” ujar Komandan Tim SAR, Iwan Setiawan, dalam keterangannya.
Selama pelaksanaan operasi, tantangan utama adalah tanah yang masih labil dan berpotensi bergerak sehingga tim harus ekstra hati-hati saat menggali reruntuhan.
Iwan Setiawan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi ini. Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana, serta kolaborasi lintas sektor dalam penanganan darurat bencana alam. “Terima kasih untuk semua unsur yang telah bekerja tanpa lelah demi kemanusiaan.”
Bencana tanah longsor di Jalan Gerilya, Gang Keluarga, Kota Samarinda, Kalimantan Timur terjadi saat hujan deras mengguyur Kota Tepian sejak Selasa dini hari lalu. Ini menyebabkan lereng bukit longsor dan menimpa beberapa rumah warga di bawahnya.
Sebanyak enam orang tertimbun puing-puing bangunan pascalongsor. Lima di antaranya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, “Begitu menerima laporan pukul 13.45 WITA, kami langsung gerakkan tim rescue dari Pos SAR Samarinda menuju lokasi kejadian,” jelas Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Endrow Sasmita, dalam pernyataan resminya.
Tiba di lokasi, tim SAR disambut kondisi medan yang tidak bersahabat. Lumpur setinggi mata kaki dan jalanan sempit yang tergenang banjir menjadi tantangan berat. Sementara itu, warga sekitar yang lebih dulu tiba telah melakukan evakuasi darurat dengan alat seadanya. Empat korban pertama berhasil ditarik keluar dari puing-puing berkat keberanian warga dan respon cepat dari relawan.
Kemudian, sekitar pukul 15.20 WITA, tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan korban kelima, seorang perempuan muda bernama Ayu (22 tahun), yang langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi sadar. (*/ama)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer