23 C
Samarinda
Thursday, October 28, 2021

Jalur Palaran-Samarinda Seberang ‘Ngadat’, Banjir dan Longsor di Dua Titik

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Hujan deras yang mengguyur Kota Tepian, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis 3 September 2020 pagi, menyebabkan jalur poros Palaran-Samarinda Seberang “ngadat”. Banjir dan tanah longsor terjadi di 2 titik, masing-masing Jalan Trikora dan Jalan Patimura.

Dari pantauan Headlinekaltim.co di lapangan, banjir terjadi tepat di bawah turunan bukit Gunung Butun. Ketinggian air diperkirakan hingga 40-60 cm.

Tak ayal, pengendara yang nekat melintas, akhirnya banyak yang gigit jari. Tak sedikit kendaraan roda dua dan roda empat mengalami mogok mesin.

Hujan deras menyebabkan banjir di Jl Trikora.

Melihat kondisi itu, sebagian pengguna kendaraan bermotor memilih berbalik arah alias tidak melanjutkan perjalanan.

“”Saya tidak berani menerobos banjir, karena airnya tinggi. Daripada motor mogok,” ucap Riyan (24) warga Rawa Makmur.

Hal senada juga disampaikan Yuli (33) warga Bantuas. Ia memilih menunggu air surut.

“”Setiap Hujan deras sebentar saja memang selalu banjir di sini. Sudah biasa juga, kalau banjir gini, saya pilih tunggu air banjir surut,” katanya.

Sementara itu, tepat di lokasi longsoran Jalan Pattimura, Mangkupalas, kondisi jalan makin memprihatinkan. Material longsor tanah basah bercampur lumpur dan bebatuan ‘melorot’, nyaris menutup semua jalur.

Material longsor yang belum teratasi di Jl Patimura.

Air deras dari arah tebing dan timbunan material longsor membahayakan pengguna jalan. Bahkan informasi yang dihimpun, beberapa pengendara motor sempat jatuh di lokasi tersebut karena jalan licin.

Kepala BPBD wilayah Palaran-Samarinda Seberang Sujian saat ditemui di lokasi longsor mengatakan kondisi longsor semakin parah.

“Kondisinya sangat parah. Volumenya tanah longsor sangat banyak. Kondisi jalan untuk roda empat sangat sempit, dan harus bergantian,” ucapnya.

Dinas PUPR Provinsi Kaltim dan Kota Samarinda, menurut dia, sudah berupaya mengurangi longsoran tanah di jalur poros Palaran-Samarinda Seberang. Namun, karena keterbatasan alat dan tingginya curah hujan sehingga menghambat proses pembersihan material longsor.

“Mari kita, masyakarat, pemerintah dan pengusaha yang ada di lokasi untuk berupaya bersama-sama bergotong royong terhadap kebencanaan yang ada di depan mata,” katanya lagi.

Ia mengimbau pengguna jalan poros Palaran-Samarinda Seberang agar lebih berhati-hati khususnya pengguna kendaraan roda dua. Disarankan memilih jalan alternatif. “Tidak menutup kemungkinan longsoran akan menutup semua jalur,” tandasnya.

Penulis : Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU