src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jadwal dan Keutamaan Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2025, Jangan Lewatkan Arafah!

Jadwal dan Keutamaan Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2025, Jangan Lewatkan Arafah!

waktu baca 3 menit
Rabu, 14 Mei 2025 12:17 1224 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H yang jatuh pada 6 Juni 2025, umat Islam di seluruh penjuru dunia disunnahkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk melaksanakan puasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah. Puasa Dzulhijjah, puasa Arafah, puasa Tarwiyah, keutamaan puasa sunnah Idul Adha, dan amalan sebelum Idul Adha menjadi kata kunci penting dalam menyambut momen ibadah penuh berkah ini.

Puasa sunnah sebelum Idul Adha bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi menjadi kesempatan emas meraih pahala berlimpah dan pengampunan dosa. Terlebih, Rasulullah SAW secara tegas menyebutkan keutamaan luar biasa dari puasa Arafah yang mampu menghapus dosa dua tahun: satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang.

Jadwal Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2025

Berdasarkan perhitungan kalender hijriah, 1 Dzulhijjah 1446 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Artinya, puasa sunnah dapat dimulai sejak hari itu dengan rincian sebagai berikut:

  • Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah): 28 Mei – 3 Juni 2025
  • Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): 4 Juni 2025
  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): 5 Juni 2025
  • Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah): 6 Juni 2025

Catatan penting: jadwal ini masih bersifat estimasi dan akan disesuaikan dengan keputusan rukyat hilal oleh Kementerian Agama RI.

Keutamaan Puasa di 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh pada waktu itu lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari sepuluh Dzulhijjah.”
(HR. Bukhari)

Puasa di tujuh hari pertama Dzulhijjah merupakan amalan yang sangat dicintai Allah. Ibadah ini menjadi latihan kesabaran, pengendalian diri, dan sarana untuk meningkatkan ketakwaan.

Niat Puasa Dzulhijjah:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي ٱلْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri Dzulhijjah sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.

Puasa dilakukan sebagaimana puasa sunnah lainnya, yakni dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan menjaga diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa.

Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): Pahala Setahun Penuh

Nama “Tarwiyah” berasal dari kebiasaan jamaah haji dahulu yang mempersiapkan air untuk perjalanan ke Arafah. Puasa pada hari ini memiliki nilai spiritual tersendiri. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa orang yang berpuasa pada hari Tarwiyah akan mendapatkan pahala puasa setahun penuh—meskipun hadis ini tergolong dhaif, tetapi banyak ulama tetap menganjurkannya karena termasuk dalam amalan umum yang berpahala.

Niat Puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Tarwiyah sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.

Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Menghapus Dosa Dua Tahun

Puasa paling utama dari semua puasa sunnah Idul Adha adalah puasa Arafah, yang dilaksanakan sehari sebelum Idul Adha. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”
(HR. Muslim)

Puasa Arafah menjadi ibadah yang sangat dianjurkan bagi siapa pun yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Sementara bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, justru dianjurkan untuk tidak berpuasa agar memiliki energi yang cukup untuk menjalankan rangkaian ibadah.

Niat Puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Arafah sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.

Amalan Pelengkap Selain Puasa

Selain puasa, ada banyak amalan sunnah yang sangat dianjurkan selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah:

  1. Bertakbir: Lantunan takbir, tahlil, dan tahmid sangat dianjurkan, terutama sejak 1 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah).
  2. Bersedekah: Memberi kepada yang membutuhkan menjadi cara lain untuk membersihkan harta dan memperluas keberkahan.
  3. Membaca Al-Qur’an: Memperbanyak tilawah untuk mendapatkan limpahan pahala dari ayat-ayat suci.
  4. Sholat Sunnah dan Qiyamul Lail: Menghidupkan malam-malam awal Dzulhijjah dengan ibadah tambahan seperti tahajud dan witir.
  5. Berdoa dan Istighfar: Memohon ampun dan berdoa untuk hajat dunia maupun akhirat.

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x