src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Tim SAR melakukan pencarian terhadap ABK yang hilang di Sungai Mahakam. (ist/Basarnas Balikpapan)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Satu orang Anak Buah Kapal (ABK) dinyatakan hilang usai kecelakaan kapal terjadi di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di sekitar Pulau Yupa, Desa Embalut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Kamis 10 April 2025, pukul 12.30 WITA.
Insiden ini melibatkan kapal Tug Boat Gunung Sari K8 yang tertabrak oleh Tongkang Robi 80 saat sedang melintas di sungai Mahakam.
Akibat tabrakan tersebut, tiga ABK Tug Boat Gunung Sari K8 terlempar ke sungai. Dua orang di antaranya, Moh. Hendri dan Muh. Rizky Ramadhani berhasil menyelamatkan diri. Namun, korban Ishaq Susilo (50) dilaporkan hilang dan hingga kini belum ditemukan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan menerima laporan kejadian pada Sabtu, 12 April 2025 pukul 05.50 WITA. “Laporan dari Mita, anak kandung korban,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Dody Setiawan Sabtu 12 April 2025.
Dody mengatakan, pihaknya mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian pada pukul 06.10 WITA. Tim tiba di lokasi pada pukul 09.10 WITA menempuh jarak sekitar 146 kilometer dari Kantor SAR Balikpapan.
Hingga saat ini, operasi pencarian masih berlangsung dan seluruh unsur gabungan terus bekerja sama untuk menemukan korban yang hilang. Pihak keluarga korban turut mendampingi di lokasi kejadian.
KETINTING TERBALIK, SATU ABK HILANG
Sementara itu, Posko Unit SAR Samarinda juga melakukan operasi pencarian terhadap satu orang anak buah kapal (ABK) yang hilang akibat kecelakaan kapal di Alur Senyiur, Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Insiden terjadi pada Jumat, 11 April 2025 pukul 11.35 WITA. Perahu ketinting yang ditumpangi oleh 5 orang ABK Tug Boat Megawati 17 terbalik karena diduga terkena pusaran arus sungai saat menyeberang dari tongkang menuju kapal induk. Empat orang korban berhasil menyelamatkan diri, yakni Peter (20), Hasbi (22), Iksan (22) dan Adit (17). Naas bagi Gustaf Borean (54). Dia tertelan arus Mahakam yang dikenal ganas dan hingga kini dalam pencarian.
“Laporan kejadian baru diterima oleh Kantor SAR Balikpapan pada Sabtu, 12 April 2025 pukul 06.45 WITA,” kata Dody Setiawan.
Merespon laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Samarinda langsung melakukan koordinasi dan pemberangkatan ke lokasi kejadian pada pukul 07.00 WITA. Estimasi tiba di lokasi pada pukul 13.00 WITA. Jarak tempuh dari Pos SAR Samarinda ke lokasi kejadian diperkirakan sejauh 235 km
“Tim SAR gabungan akan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian baik melalui jalur air maupun udara menggunakan drone thermal,” jelas Dody. (ama)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim