src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> IKN Disebut Berdampak Positif untuk Dua Sektor Ini di Kukar

IKN Disebut Berdampak Positif untuk Dua Sektor Ini di Kukar

waktu baca 2 menit
Rabu, 31 Agu 2022 22:38 398 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Kehadiran IKN Nusantara yang sudah masuk tahap pembangunan sarana fisik akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat di Kukar

Menurut Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia(ISEI) Kukar, Totok Heru Subroto, dua sektor ini akan tumbuh dengan baik sebagai dampak hadirnya IKN Nusantara.

“Yang paling utama, alami pertumbuhan besar di sektor pertanian dan Ekraf, ” ucap Totok, Rabu 31 Agustus 2022 siang di kantornya.

Eks Kepala Bappeda Kukar ini menyebut, sejak wacana kepindahan IKN ke Kaltim,  sudah menjadi daya tarik pihak investor.  Kemudian, terbitnya UU Nomor 3/2022 tentang IKN, semakin menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memindahkan ibukota.

“Jangankan pembangunan fisik IKN, semasih awal penetapan UU IKN oleh Presiden saja sudah berpengaruh besar terhadap geliat ekonomi di Kukar,” ucapnya.

Yang paling ditunggu, kata Asisten III Setkab Kukar ini adalah, desain pengelolaan IKN nantinya seperti apa. Itu akan berdampak juga terhadap investasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus disiapkan.

Pelaksanaan pembangunan IKN saat ini juga sudah terasa berdampak bagi Kukar. “Investor luar Kaltim, mulai melirik potensi SDA Kukar sebagai dari penyangga pengembangan kawasan IKN, ” jelasnya.

Disinggung terkait potensi yang bisa dimaksimalkan di Kukar dalam menghadapi IKN, lulusan Magister Ekonomi Pembangunan Unhas Makassar ini menyebut sektor pertanian dalam arti luas dan ekonomi kreatif. Untuk sektor pertambangan batu bara tidak bisa diandalkan lagi.

“Yang bisa diandalkan hanya sektor pertanian dalam arti luas dan ekonomi kreatif, karena dua sektor tersebut bersentuhan langsung dengan masyakat,” ucapnya.

Totok menambahkan, organisasi ISEI memandang perlu memprioritaskan penguatan pembangunan di sektor ekraf dan ekowisata.

Dalam proses penguatannya harus diimbangi dengan prinsip transaksi ekonomi digital yang sudah harus diberlakukan di tempat publik, khususnya kawasan objek wisata.

“Jika wisatawan ingin berkunjung ke objek wisata yang ada di Kukar, tidak perlu beli karcis manual, bisa langsung lewat HP dengan memanfaatkan transaksi ekonomi digital,” katanya.

Transaksi ekonomi digital, sebut Totok, lebih efisien dan mengurangi kebocoran pendapatan daerah.

“Keputusan akhirnya tetap ada di pemerintahan sedangkan akademisi dan pelaku bisnis memberikan masukan positif agar perekonomian semakin kuat. ISEI memfokuskan percepatan ekonomi kreatif dan pengembangan pariwisata, ” pungkasnya.

Penulis: Andri

LAINNYA
x