Beranda BUMI ETAM Hujan Deras, Longsoran Bukit Steling Makin Membahayakan Warga

Hujan Deras, Longsoran Bukit Steling Makin Membahayakan Warga

Hujan Deras, Longsoran Bukit Steling Makin Membahayakan Warga - headlinekaltim.co longsor
Petugas BPBD bersama warga meninjau kondisi tanah yang makin labil di Bukit Steling. (FOTO: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kondisi tanah labil dan memicu longsor di lereng Bukit Steling semakin mengancam keselamatan warga yang bermukim di Jalan Kakap RT 24, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda.

Ini terjadi pascahujan deras pada Selasa 1 September 2020 malam. Material tanah basah bercampur bongkahan batu besar hampir menerjang pemukiman warga.

Pada Rabu 2 September 2020, anggota BPBD Kota Samarinda melakukan peninjauan lokasi longsor tersebut.

Advertisement

Ketua RT 24 Lapakahi mengatakan longsor mulai mengancam keselamatan warga. Namun, tak banyak yang bisa dilakukan warga selain rutin melakukan ronda di malam hari untuk memantau kondisi longsoran.

“Berapa hari ini hujan, longsoran terus turun, ini sudah mendekati rumah warga. Kami juga tidak berani berbuat banyak, khawatir kalau naik ke sana karena tanahnya labil, paling ya ronda saja untuk memantau keadaan,” katanya.

Bersama warga, Lapakahi sebenarnya berencana untuk mengevakuasi batu-batu besar longsoran yang tersangkut di sela-sela pohon bambu yang berjarak kurang dari 5 meter dari rumah warga.

Namun, melihat kondisi cuaca tak mendukung, rencana itu urung terlaksana.

“Rencana 2 atau 3 hari ke depan kami mau bersihkan batu-batu itu, tapi cuaca tidak mendukung, kalau saja panas, berani kami kerjakan,” katanya lagi.

Seorang warga bernama Ahmad Arianto yang diberi tugas memantau kondisi longsor mengaku sempat terjebak di material longsoran berupa lumpur yang cukup tebal.

“Waktu ngecek ke sana memang habis hujan, di situ kan lumpur juga. Sempat kejebak, tinggi lumpur sampai betis. Tadinya mau ambilin batu-batu longsoran, tapi batunya sudah tertimbun longsoran semua,” ucapnya.

Anggota BPBD Samarinda Sujian mengimbau warga RT 24 untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

“Tetap melakukan pengawasan kondisi di sini. Saling berkomunikasi, jika terjadi sesuatu, agar cepat berkoordinasi dengan warga lain dan BPBD,” katanya.

Penulis : Ningsih

Komentar
Advertisement