src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> ‎HMI Kukar Laporkan Kasus Kekerasan Oknum Brimob di Jonggon ke Komnas HAM

‎HMI Kukar Laporkan Kasus Kekerasan Oknum Brimob di Jonggon ke Komnas HAM

2 minutes reading
Friday, 25 Jul 2025 21:56 268 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – HMI Kukar masih memberi perhatian besar terhadap kasus pemukulan warga Desa Jonggon oleh oknum aparat di Mako Brimob II Loa Ipuh Darat. Organisasi mahasiswa ini secara resmi melaporkan kasus tersebut ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

‎Pelaporan dilakukan oleh Ketua HMI Kukar Zulhan, melalui kanal aduan WhatsApp resmi milik Komnas HAM pada Selasa, 22 Juli 2025, usai dirinya melakukan pertemuan langsung dengan salah seorang korban.

‎”Sudah dapat tanggapan dari Komnas HAM, laporan kami akan ditindak lanjuti, diduga ada pelanggaran,” ucap Zulhan, Jumat 25 Juli 2025.

‎Menurut Zulhan, peristiwa pemukulan warga yang dilakukan oleh aparat tidak seharusnya dianggap wajar. Apalagi jika hanya diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan yang menutupi akar permasalahan.

‎Ia menekankan bahwa pelaporan ke Komnas HAM merupakan bagian dari langkah sadar dan terukur untuk memutus siklus kekerasan terhadap warga dan aktivis. ‎”Kekerasan semacam ini tidak boleh dibiarkan menjadi praktik yang dilupakan begitu saja,” terangnya.

‎Menurut dia, ini bagian dari ikhtiar agar kekerasan serupa tidak lagi dinormalisasi dengan jalan perdamaian atau kekeluargaan.

‎Lebih lanjut, ia mengkritisi penyelesaian damai yang terjadi sebelumnya. Menurutnya, terlalu menitikberatkan pada penggantian kerugian secara materiil tanpa menyentuh aspek psikologis atau tanggung jawab moral dari pelaku.
‎‎”Reputasi institusi Polri turut terdampak akibat ulah oknum anggotanya dari kasus pemukulan warga,” jelasnya.

‎Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penanganan kekerasan agar tidak hanya masyarakat yang menanggung kerugian, tetapi juga lembaga yang dinaungi aparat pelaku turut melakukan pembenahan.

‎Zulhan menutup pernyataannya dengan harapan agar tidak ada lagi kekerasan serupa yang merugikan masyarakat di masa mendatang. ‎Pada Senin 21 Juli 2025, Polres Kukar lakukan mediasi bersama perwakilan warga dan tokoh masyarakat, serta perwakilan Mako Brimob.

‎”Semuanya sepakat mengambil jalan damai,” ucap Kapolres Kukar, AKBP Dody Surya Putra. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Mapolres.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x