src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Petugas SAR melakukan penyisiran (Foto: istimewa) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pencarian terhadap dua anak buah kapal (ABK) kapal kayu pengangkut batu bara di perairan Sungai Mahakam di Kawasan Mangkupalas, Samarinda Seberang terus dilakukan oleh Tim gabungan SAR.
Kedua ABK yang tenggelam tersebut adalah Ali Intojeng dan Marwan hingga kini belum diketahui nasibnya. Hari ini, Kamis 11 Februari 2021 adalah hari kedua pencarian. Tm SAR gabungan melakukan penyisiran dari titik tenggelam hingga diperluas sampai 6 kilometer dengan menggunakan 2 unit rubber boat dari Basarnas dan 2 unit speed boat dari Pol Air bersama relawan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan (Basarnas Kaltim) Melkianus Kotta mengatakan, pihaknya membuat posko di sekitar lokasi kejadian. “Area operasi di H-2 ini diperluas hingga 6 kilometer dari titik lokasi tenggelam. Kami juga menambah alat, masing-masing 2 unit rubber boat dan 2 unit speed boat patroli milik Pol Air dan relawan,” ucapnya, Kamis 11 Februari 2021.
Seperti diketahui, kronologi tenggelamnya kedua korban bermula ketika sekira pukul 14.15 Wita Rabu, 10 Februari 2020 kemarin. Petugas kepolisian yang saat itu tengah berpatroli di sekitar Sungai Mahakam melihat kehadiran kapal kayu bermuatan batu bara melintas di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah perairan Mangkupalas, Samarinda Seberang.
Saat dihampiri petugas, ditemukan 6 orang ABK di atas kapal tersebut. Namun, saat dilakukan pemeriksaaan, tiba-tiba keenam orang tersebut kompak terjun ke sungai. Petugas sigap melakukan evakuasi. Naas, hanya 4 orang ABK yang berhasil diselamatkan. Dua ABK hilang ke dalam sungai. Proses pencarian saat itu sempat dilakukan aparat. Namun, ABK yang belakangan diketahui bernama Ali Intojeng dan Marwan tak ditemukan.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal