24.9 C
Samarinda
Monday, October 18, 2021

Gubernur Kaltim Lepas Kontingen Atlet PON ke-20 Menuju Papua

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sebanyak 720 anggota   kontingen PON ke-20 tahun 2021 asal Kalimantan Timur (Kaltim) dilepas Gubernur Kaltim Isran Noor, di halaman kantor Gubernur Kaltim, Jumat 24 September 2021.

Pelaksanaan PON ke-20 tahun 2021 dilaksanakan di Papua pada tanggal 2- 15 Oktober 2021. Kontingen yang diberangkatkan ini akan mengikuti 36 cabang olah raga. Mereka terdiri 370 atlet, 99 pelatih, 15 ofisial kontingen, 15 manajer dan 30 orang tambahan.

Gubernur Kaltim Isran Noor usai melepas kontingen Kaltim berharap atlet Kaltim dapat  mengharumkan nama Kaltim di ajang nasional. Terlebih, kata dia, Kaltim akan menjadi ibu kota negara (IKN).

Orang nomor satu di Kaltim ini juga menargetkan Kaltim masuk 3 besar tahun ini. “Ya harus 3, percaya saja. Kita harus high cool dulu, jangan di bawah tapi di atas dulu,” katanya.

Walaupun PON ke-20 dilaksanakan di daerah konflik, dia memastikan keamanan kepada seluruh kontingen Kaltim yang berangkat ke Papua. “Kita sudah dibantu pihak kepolisian untuk mendampingi para atlet PON kontingen Kaltim,” ujarnya.

Soal bonus bagi atlet berprestasi dalam PON ke-20 ini, Gubernur menyebut tidak akan memberikan pada tahun ini karena keterbatasan anggaran.

Namun, bonus tersebut akan diusulkan pada APBD tahun 2022 mendatang. “Mungkin kita usulkan ke anggaran murni 2022. Kan itu tidak lama lagi,” janjinya.

Sementara, bonus atlet berprestasi dijadikan PNS, mantan Bupati Kutim ini memastikan tidak bisa. Sebab, seluruh kewenangan rekrutmen PNS adalah hak preogratif Pemerintah Pusat.

Ketua Umum KONI Kaltim Zuhdi Yahya mengatakan, beberapa atlet Kaltim dari sejumlah cabang olahraga telah berada di Papua dan sudah mulai bertanding sejak tanggal 23 September 2021 lalu.

“Seperti Bisbol mereka sudah bertanding di sana, termasuk sepak bola dan seterusnya. Dan ada cabor yang belum bertanding, tapi sudah berangkat duluan, ini untuk cabang olahraga yang memerlukan adaptasi latihan, seperti layar. Mereka ini sudah 2 mingguan di Papua. Sepatu roda juga sudah bertanding. Nanti keberangkatan terakhir pertandingan tanggal 7 atau 8 Oktober termasuk gulat, ini agak akhir berangkatnya dari Kaltim,” terangnya.

Soal target masuk 3 nasional PON kali ini, Zuhdi hanya memastikan atletnya berupaya maksimal. “Kalau kita ingin menggeser di posisi kita yang sebelumnya ada di posisi 5, kita harus mengalahkan pesaing kita,” ujarnya.

Dia menjanjikan akan memberikan bonus uang tunai sebesar Rp 30 juta bagi atlet yang berhasil memberikan emas bagi Kaltim. Adapun bonus dari Pemprov Kaltim, Zuhdi menyerahkan sepenuhnya pada Pemprov.

“Kita ada usulannya, permohonan sudah dan pernah kita masukkan, tapi hitungannya setelah pulang dari PON agar lebih jelas berapa medali emas yang diperoleh. Soal nominal saya tidak berani karena wilayah bonus ada di Pemerintah. Saya hanya ditugaskan untuk prestasinya, wilayah bonusnya ada di Pak Gubernur. Tapi kami akan memberikan bonus langsung cash. Uang saku Rp 7 juta, kemudian saya akan memberikan bonus langsung di lapangan jika medali emas didapat. Kita kasih Rp 30 juta langsung,” janjinya.

Wali Kota Samarinda Andi Harun juga memastikan akan memberikan bonus khusus kepada para atlet Kaltim yang berhasil mempersembahkan emas.

“Saya berjanji, apabila di antara mereka mendapat medali emas, kita akan memberikan bonus tambahan selain dari Pemprov Kaltim. Nominalnya belum bisa saya sebutkan, yang pasti akan ada perhatian lebih yang didapatkan,” tukasnya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU