29.2 C
Samarinda
Wednesday, December 8, 2021

Fit and Proper Test KPID Kaltim 6-8 Desember

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pelaksanaan fit and proper test calon Komisioner KPID Kaltim periode 2022-2024 akan dilaksanakan pada tanggal 6- 8 Desember 2021 di Balikpapan.

Fit and proper test ini merupakan tahapan terakhir yang wajib dilalui oleh 21 calon Komisioner KPID Kaltim yang selanjutnya akan dijaring menjadi 14 orang lalu ditetapkan 7 komisioner terpilih.

Ketua Komisi I DPRD Kaltim Jahidin Siruntu mengatakan, penilaian akhir calon Komisioner KPID Kaltim berdasarkan akumulasi nilai tes yang diperoleh peserta selama tahapan seleksi.

“Fit on Proper Test kami laksanakan 3 hari, karena ada 21 orang yang akan kita uji. Nanti yang ditetapkan berdasarkan urutan kelulusan rangking tertinggi. Nilainya sudah saya file untuk pertanggungjawaban. Hasil fit and proper test itu bukanlah segala-galanya. Itu kita aplikasikan, gabungkan dengan hasil tes tertulis, hasil psikotes,” kata Jahidin Siruntu, saat ditemui di ruang Fraksi PKB DPRD Kaltim, Kamis 25 November 2021.

Dicontohkannya, jika peserta memperoleh nilai yang sama dengan peserta lain dari hasil tes tertulis, psikotes dan wawancara, maka dilihat dari hasil nilai fit and proper test.

“Jadi, fit and proper test ini nilai tambahan untuk kita tentukan siapa yang akan kita tetapkan diantara yang rangking tadi. Jadi tidak ada mengurangi haknya yang memang lulus terbaik dan tertinggi,” katanya.

Jahidin menyebut, walaupun calon peserta mendapatkan nilai baik pada fit and proper test, namun hal itu tidak dapat menjamin lolos karena masih ada pertimbangan lain yang diberikan oleh tim panitia seleksi.

“Hasil itulah yang nantinya kita rapatkan bersama semua anggota Komisi I DPRD Kaltim, dan kita tetapkan 7 yang terpilih,” ujarnya.

Terkait dengan kemungkinan munculnya keberatan dari pihak-pihak yang merasa ada kecurangan dalam seleksi Komisioner KPID Kaltim, dirinya mempersilahkan hal tersebut disampaikan. Namun, harus memiliki bukti-bukti yang kuat.

“Kalau tanggapan dari peserta merasa ada yang keberatan, silahkan saja, karena hak dia. Kalau dia menganggap itu kecurangan dan ketidakbenaran, tunjukkan buktinya. Karena ada isu yang berkembang soal titipan,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim Fatmawati mengatakan, soal calon titipan, pihaknya sangat profesional.

“Kita profesional mengambil dari hasil tes tertulis dan wawancara kemarin dengan nilai tertinggi,” tegasnya.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU