src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Fenomena Berulang, Serapan APBD Kukar Baru 20 Persen, Akhir Tahun Tagihan Menumpuk

Fenomena Berulang, Serapan APBD Kukar Baru 20 Persen, Akhir Tahun Tagihan Menumpuk

2 minutes reading
Wednesday, 17 Jul 2024 23:50 220 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid menyayangkan serapan APBD 2024 masih rendah. Memasuki pertengahan Juli 2024, serapan APBD Kukar baru di kisaran 20 persen saja.

“Terserap hanya 20 persen saja, sedangkan ini sudah masuk Juli,” ungkap Rasid, Selasa 16 Juli 2024 sore.

Tahun 2024, kata dia, menyisakan lima bulan lagi untuk bisa memaksimalkan penyerapan. Sedangkan pada bulan Desember nanti, pencairan anggaran dilakukan secara masif. “Biasanya di akhir tahun, yang terserap hanya 80 persen saja,” tegas Rasid.

Rasid menyebut, jika serapan APBD maksimal, maka yang merasakan dampaknya adalah rakyat Kukar karena perputaran uang akan lebih banyak. “Yang belum terserap maksimal itu di Dinas yang dapat porsi anggarannya jumbo, seperti Dinas PU, Disdikbud dan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim),” ucapnya.

Sekretaris Daerah Kukar Sunggono tidak membantah serapan anggaran masih rendah. Angka saat ini baru 24,9 persen. Namun, kata dia, dari segi pelaksanaan kegiatan, sudah akan tembus 49 persen.

“Penyebabnya, kontraktor tidak mau mengambil uang DP proyek sebesar 20 persen, jika kontraktor mau mengambil, maka serapan anggaran Kukar bisa tinggi,” ucapnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unikarta Tenggarong, Heru Suprapto mengakui fenomena ini sudah menjadi hal yang biasa di Kukar. “Tiap tahun memang seperti itu, pertengahan tahun Kukar tidak pernah tembus 40 persen,” katanya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unikarta ini menambahkan, kegiatan atau proyek yang besar-besar masih berjalan di Kukar. Para kontraktor biasanya tidak mau mengambil uang muka pekerjaan walau di kontrak pekerjaan dibolehkan melakukan pencairan.

“Proses administrasi pencairan uang DP dan penagihan total ketika proyek selesai, sama ribetnya. Jadi, kontraktor lebih memilih nagih total di akhir tahun saja,” pungkasnya.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x