34 C
Samarinda
Friday, September 24, 2021

Andi Harun Dibikin Geram, Pelaku Balap Liar Akhirnya Kocar-kacir 

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Di tengah upaya keras pemerintah memutus penularan COVID-19, Wali Kota Samarinda Andi Harun dibuat kesal oleh ulah kelompok pemuda yang menggelar aksi balap liar hingga membentuk kerumunan di jalan utama Simpang Mal Lembuswana.

Dirinya pun langsung melakukan koordinasi dengan Kapolres Samarinda untuk melakukan pengamanan terhadap para pelaku balap motor liar tersebut.

Kendaraan para pelaku balap liar. (ist)

“Kita sudah koordinasi dengan Kapolres dan segera pihak Polres mengambil langkah penertiban, monitoring dan pengendalian. Semoga tidak terulang kembali,” katanya saat menjadi narasumber di acara dialog bersama mahasiswa melalui virtual.

Dikatakan mantan Legislator Karang Paci ini, kasus terpapar COVID-19 dan kasus kematian di Samarinda, termasuk penuhnya rumah sakit menjadi bukti jelas.

“Kondisi sekarang mendorong kita memiliki keprihatinan. Insyaallah Polresta melakukan pengendalian pengamanan pada balap liar yang mulai muncul setelah beberapa bulan tidak kita lihat,” ujarnya.

Tak butuh waktu lama, Polresta Samarinda langsung “membersihkan” kegiatan balap liar.

Minggu dinihari, 1 Juli 2021, Patroli Blue Light Satuan Lalulintas Polresta Samarinda mendatangi beberapa titik lokasi yang dijadikan kelompok pemuda menggelar balap liar, yakni di kawasan Simpang Mesra,Simpang Lembuswana dan Simpang Agus Salim.

Hasilnya, kelompok pemuda yang bersiap melakukan balap liar kocar-kacir begitu mengetahui kehadiran petugas. Dari lokasi, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa kendaraan roda dua sebanyak 18 unit dan beberapa pemuda. Selanjutnya mereka digelandang ke Pos Patwal Sat Lantas Polresta Samarinda guna proses lebih lanjut.

“Ini merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan rutin yang ditingkatkan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. Serta upaya menekan pelanggaran dan kecelakaan lalulintas,” kata Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Wisnu Dian Ristanto melalui rilis Polresta Samarinda.

Selanjutnya kata dia, pelaku yang diamankan petugas, diminta untuk membuat surat pernyataan bersama dengan orangtua, yang isinya menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali. Jika mengulangi perbuatan yang sama, maka pelaku siap diproses hukum.

“Suratnya akan ditembuskan ke sekolah/Universitas bagi yang masih pelajar/mahasiswa. Bagi pemuda yang bekerja, ditembuskan ke instansi tempatnya bekerja. Para pelaku juga dikenal penindakan berupa sanksi tilang,” katanya.

Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

Komentar