src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Event Lari PT Berau Coal, Jadi Awal Perjalanan Marcel ke Ajang Dunia

Event Lari PT Berau Coal, Jadi Awal Perjalanan Marcel ke Ajang Dunia

waktu baca 5 menit
Jumat, 20 Feb 2026 13:44 92 huldi amal

BERAWAL dari langkah kecil pada ajang Berau Coal Run yang masih bernama “Siaga Run” digelar PT Berau Coal Tahun 2023, menjadi titik perjalanan luar biasa bagi Heribertus Marcel Ericsson. Pemuda kelahiran 2000 ini tak pernah menyangka bahwa hobi berlarinya akan membawanya ke panggung dunia.

Marcel (sapaan akrabnya) menorehkan pengalaman bergengsi dengan mengikuti Tokyo Marathon 2025, salah satu event lari terbesar di dunia. Perjalanannya ini menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari garis start sederhana. “Awal mula saya lari itu sebenarnya sudah sejak kuliah. Sekadar lari keliling komplek dan taman,” ungkapnya.

Pria asal Tangerang Selatan ini mendapat penempatan kerja di Kabupaten Berau sekitar Februari 2023. Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau ini mengaku ingin mencari kesibukan lain lewat olahraga lari.

“Soalnya disini gak ada keluarga dan belum ada teman. Saya mulai mencari kesibukan atau hobi yang sekiranya bisa mengisi waktu luang,” jelasnya.

Seminggu setelah Marcel datang ke Bumi Batiwakkal (sebutan Kabupaten Berau), ada informasi mengenai Siaga Run yang dilaksanakan PT Berau Coal. “Itu lari sejauh 5 kilometer. Dari situ saya modal nekat untuk daftar. Belum punya sepatu lari dan pakaian seadanya,” bebernya.

Menurutnya, masyarakat di Kabupaten Berau sangat antusias untuk mengikuti ajang Siang Run 5K PT Berau Coal. Ketika event tersebut berlangsung, Marcel mulai mengenal komunitas lari, yang memperdalam pengetahuannya tentang lari.

Event Siaga Run 5K PT Berau Coal menjadi pintu awal perjalanannya hingga akhirnya ia bergabung dengan komunitas larinya. Komunitas inilah yang terus mengantarkannya menekuni olahraga lari hingga sekarang.

“Saya mendapat banyak ilmu dari para senior di komunitas lari, mulai dari teknik berlari yang benar, memilih sepatu yang nyaman, hingga informasi tentang berbagai event lari di seluruh kota di Indonesia,” ujarnya.

Setelah setahun, Marcel mendapat kesempatan pertamanya mengikuti Kuala Lumpur Marathon 2024. Pengalaman itu menjadi titik penting yang semakin membuka jalannya di dunia lari dan mencoba peruntungan mendaftar Tokyo Marathon 2025.

Dirinya menyadari, Tokyo Marathon 2025 merupakan salah satu ajang lari terbesar dan paling bergengsi di dunia, dengan proses pendaftaran yang sangat ketat sehingga tidak semua orang dapat mengikuti kompetisi tersebut. Sistem pendaftaran Tokyo Marathon 2025 menggunakan mekanisme ballot atau undian sehingga tidak semua pelari, bahkan yang berprestasi sekalipun, bisa lolos menjadi peserta.

Menurutnya, jalur donasi pun mensyaratkan kontribusi dalam jumlah yang sangat besar, sehingga hanya segelintir orang yang memiliki kesempatan untuk mengikuti ajang maraton bergengsi tersebut. “Pilihannya hanya dua, beruntung melalui undian atau mengikuti jalur donasi. Alhamdulillah waktu itu saya beruntung, coba daftar dan diterima,” tuturnya.

Marcel mengaku terkejut sekaligus tak percaya saat dinyatakan lolos mengikuti Tokyo Marathon 2025. Kesempatan berlari hingga ke Tokyo sebelumnya tak pernah terbayangkan olehnya, terlebih jarak yang harus ditempuh mencapai 42 kilometer.

Padahal, saat mengikuti Siaga Run PT Berau Coal, 5 kilometer saja sudah terasa sangat melelahkan. Namun, berkat latihan dan dukungan lingkungan, kemampuannya terus berkembang hingga mampu menaklukkan maraton dengan catatan waktu yang memuaskan, yakni 3 jam 52 menit. Dukungan tersebut mengantarkannya mewujudkan mimpi berlari di Tokyo pada Maret 2025.

Pengalaman mengikuti Tokyo Marathon 2025 ini membuka banyak kesempatan baru bagi Marcel. Salah satunya, ia dipercaya menjadi pacer pada ajang Berau Coal Run 2026 kategori 10K. Menurutnya, peran tersebut bukan hal yang mudah, karena harus melalui proses seleksi dengan sejumlah kriteria khusus.

“Kesempatan menjadi pacer 10 kilometer dengan target waktu 65 menit ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Ini merupakan sebuah pencapaian sekaligus kehormatan besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pacer adalah pelari terpilih yang bertugas mengawal peserta agar mencapai garis finis dengan waktu tertentu. Misalnya, pacer 65 menit berarti harus menjaga kecepatan stabil agar jarak 10 kilometer dapat ditempuh dalam waktu tersebut. “Kehadiran pacer, sangat membantu pelari menjaga ritme agar tetap kuat dan konsisten hingga finis,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, Marcel menargetkan akan mengikuti ajang Ultra Marathon sejauh 120 kilometer di Tangerang Selatan pada Mei mendatang. Untuk tantangan tersebut, ia menargetkan mampu menyelesaikan perlombaan dengan waktu sekitar 16 jam berlari.

Marcel juga memberi pesan bagi para pelari pemula. Awal perjalanannya pada 2023, dimulai dengan segala keterbatasan. Saat itu, ia mengikuti event lari hanya dengan kaus pembagian acara, celana seadanya, bahkan tanpa sepatu lari khusus.

“Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa tidak ada keberhasilan yang lahir dari awal yang sempurna. Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan berada di lingkungan serta komunitas yang tepat,” bebernya.

Menurutnya, perjalanan menjadi pelari memang tidak mudah. Prosesnya penuh tantangan dan membutuhkan disiplin, ketekunan, serta keberanian. Namun ia meyakini, dengan semangat dan konsistensi, siapa pun dapat meraih mimpi yang diinginkan. “Bukan hanya dalam dunia lari, tetapi juga hal lain,” pesannya.

Saat penyelenggaraan Berau Coal Run 2026, ia mengaku kagum. Setelah mengikuti berbagai ajang lari di sejumlah kota, baik di dalam maupun luar negeri, dirinya menilai event tersebut menjadi salah satu yang terbaik dari sisi konsep dan pelaksanaan. Mulai dari penataan lomba, kesiapan panitia, hingga kehadiran pacer dan guest star sudah tertata profesional.

“Ajang ini menghadirkan atmosfer yang setara dengan event lari berstandar internasional. Antusiasme peserta pun sangat luar biasa,” ungkapnya.

Ia berharap, penyelenggaraan Berau Coal Run ke depan dapat menambah kategori lomba agar semakin banyak masyarakat yang dapat berpartisipasi. Dengan tingginya minat terhadap olahraga lari, Marcel meyakini kegiatan seperti ini berpotensi besar mendorong gaya hidup sehat. “Ajang ini memberi dampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat khususnya di Kabupaten Berau,” demikian Marcel. (Adv4/Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x