src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ekonomi Resesi, Disnaker Ajak Pemuda Buka Lapangan Kerja dan Manfaatkan Teknologi Digital

Ekonomi Resesi, Disnaker Ajak Pemuda Buka Lapangan Kerja dan Manfaatkan Teknologi Digital

2 minutes reading
Monday, 9 Nov 2020 21:28 223 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Masa pandemi Covid-19 membuat sejumlah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan, sebagian perusahaan batu bara di Kabupaten Berau kolaps. Ekonomi Indonesia kini resmi memasuki masa resesi

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau Junaidi mendorong generasi muda atau kalangan milenial untuk menciptakan lapangan kerja.

“Jika mencari lapangan pekerjaan sulit, kenapa tidak membuka lapangan kerja sendiri? Buka lapangan kerja yang ada di sekitar kita,” katanya, Senin 9 November 2020.

Junaidi mencontohkan, kalangan milenial yang ada di desa atau di kampung bisa mulai membuka usaha di sektor pangan.Mengingat pangan selama ini menjadi penopang kebutuhan masyarakat di perkotaan.

Dia mengungkapkan, pengembangan sektor pangan merupakan hal penting. Negara-negara di Asia Tenggara saat ini tengah membatasi ekspor pangan mereka ke dalam negeri. “Nah, di sinilah peluang yang paling besar untuk menciptakan lapangan kerja di sektor pangan,” ungkapnya.

Junaidi melanjutkan, milenial juga bisa memanfaatkan situasi wabah Covid-19 ini untuk mengembangkan pariwisata berbasis desa atau desa wisata dengan tetap mengedepankan kearifan lokal.

Sebab, kata dia, pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan wisatawan. Dia memprediksi bahwa pariwisata berbasis desa akan berkembang karena jumlah pengunjung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

“Ini merupakan potensi dan peluang bagi para anak-anak muda di desa untuk menggerakkan ekonomi desanya dan menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat desa lainnya,” jelas Junaidi.

Untuk itu, dia meminta kalangan milenial untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dalam berwirausaha. Di era digitalisasi, tempat sudah bukan lagi halangan di era revolusi industri 4.0.

Dijelaskan juga, banyak kegiatan di berbagai daerah. Namun, sebagian besar para pelaku usaha di desa hanya berkomunikasi secara digital. “Kita semua bekerja tidak lagi terhubung secara fisik, tapi melalui kemajuan teknologi,” pungkasnya.

Penulis: Sofi

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x