src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Suasana tongkang batubara di sungai Mahakam Kota Samarinda. Foto oleh Jatam Kaltim diambil pada 23 Desember 2019HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2023 tumbuh sebesar 6,22 persen, lebih tinggi dibanding capaian tahun 2022 yang tumbuh sebesar 4,48 persen.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 16,05 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 36,40 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Dr Yusniar Juliana menjelaskan seluruh lapangan usaha di Kaltim tahun 2023 tumbuh positif.
“Lapangan usaha pengadaan listrik dan gas tumbuh tertinggi dikarenakan adanya peningkatan produksi jumlah listrik maupun dijual didistribusikan di Kabupaten Kota se Kaltim,” kata Dr Yusniar, Senin 5 Februari 2024 dalam siaran YouTube BPS Kaltim.
BPS Kaltim juga mencatat pengadaan listrik dan gas, tumbuh tinggi, karena ada layanan listrik 24 jam di beberapa desa di Kaltim selama tahun 2023 dan peningkatan penyaluran gas di beberapa kabupaten kota se Kaltim.

Pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kaltim
Lapangan usaha lainnya yang cukup tinggi tumbuh di Kaltim yaitu dari konstruksi dan jasa keuangan asuransi. Dimana konstruksi di Kaltim tumbuh karena aktivitas pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara.
“Konstruksi tumbuh 15,82 persen. Sementara jasa keuangan asuransi tumbuh 11,72 persen. Kemudian, kinerja ekonomi sektor dominan penggalian pertambangan di Kaltim tumbuh 5,18 persen,” kata Dr Yusniar.
Sementara itu, jika dirinci, ekonomi Kaltim tahun 2023 tumbuh 6,22 persen dibanding tahun 2022 disumbang terbesar adalah dari sektor pertambangan dan penggalian.
“Jadi dari 6,22 persen itu, disumbang andil positif pertambangan dan penggalian itu 2,42 persen. Sementara sektor konstruksi 1,93 persen dan sektor industri pengolahan 0,51 persen. Kemudian, sektor perdagangan eceran besar 0,42 persen. Lalu, sektor transportasi dan pergudangan 0,2 persen,” ujar Dr Yusniar.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim