src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wagub Seno Aji saat menerima pengurus DKD Kaltim di ruang kerja Wagub Kaltim, Rabu 30 April 2025. (https://www.setda.kaltimprov.go.id) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kota Samarinda, Kalimantan Timur makin siap menyambut peserta Dialog Serantau Borneo-Kalimantan XVI 2025. Pada tanggal 17 Juni 2025, para sastrawan rumpun Melayu dari negara tetangga dan se-Pulau Kalimantan dijadwalkan tiba di Kota Tepian.
Ini adalah kali kedua bagi Kaltim menjadi tuan rumah. Sebelumnya, menjamu peserta pada pelaksanaan DSBK X tahun 2011 silam. Tahun ini, narasumber DSBK XVI berasal dari Kuala Lumpur, Sarawak, Sabah, Brunei Darussalam, Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur sebagai tuan rumah. Peserta berjumlah 200 orang terdiri atas karyawan (sastrawan), akademisi/pengamat sastra, jurnalis, pegiat seni/budaya.
Dalam jumpa pers yang digelar panitia DSBK XVI, diungkap serangkaian agenda yang akan mengisi DSBK 2025. “Peserta akan datang pada tanggal 17 Juni 2025. Malamnya akan ada jamuan pembukaan yang diharapkan dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI. Setidaknya bisa dibuka oleh Gubernur Kalimantan Timur atau wakilnya,” ujar Ketua Umum DKD Kaltim Syafril Teha Noer, yang juga Ketua Panitia DSBK 2025 didampingi Ketua Harian DKD Kaltim Sekretaris Panitia DSBK 2025 Hamdani, Senin 9 Juni 2025. Turut hadir, sastrawan Kaltim Amien Wangsitalaja dan jajaran panitia lainnya.
Acara lain adalah seminar yang menghasilkan rekomendasi tematik dan pembacaan watkah pelantikan tuan rumah berikutnya. Kemudian, pada tanggal 19 Juni 2025, dijadwalkan muhibah ke Kota Tenggarong dengan destinasi Museum Mulawarman dan Masjid Tua.
Dari Tenggarong, peserta kemudian kembali ke Samarinda dengan kapal yang melayari Sungai Mahakam. “Di kapal ini akan ada penampilan para penyair yang hadir untuk sesi parade karya. Ada juga Pekan Kebudayaan Daerah di GOR Segiri,” tambah Amien Wangsitalaja.
Selain itu, ada peluncuran dua buku: Jejak Perigi di Tanah Melayu (kumpulan puisi peserta yang mengirim), dan Perbincangan (kumpulan makalah pembicara), bazar dan pameran buku sastra. Buku-buku yang dipamerkan juga menyertakan karya-karya peserta. “Selebihnya dari masyarakat umum dalam lingkup Kalimantan Timur,” Amien menjelaskan, dialog sastra dalam DSBK 2025 akan menekankan aspek estetetika dan didaktika yang kuat. “Sastra sebagai bangunan yang kokoh dengan aspek estetikanya. Tetapi tidak sekadar estetik, juga ada sesuatu yang diberikan ke pembaca, inilah aspek didaktik. Falsafah Melayu juga terkait erat dengan hal tersebut. Harapannya, pekerja sastra tidak hanya melahirkan karya estetik tetapi juga berisi. Tidak hanya eksploratif dan menjadi kegenitan linguistik, hanya eksperimental, harus berisi renungan yang kuat. Kita akan membicarakan di sesi dialog, minimal menggiring ke arah tersebut,” tegasnya.
SEJARAH DSBK
Dialog Serantau Borneo-Kalimantan (DSBK) merupakan forum pertemuan para karyawan atau sastrawan dari tiga negara (Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia) yang berada di satu pulau, yaitu Pulau Borneo atau Kalimantan. Forum pertemuan yang digagas oleh GAPENA (Gabungan Persatuan Penulis Nasional) Malaysia ini awalnya bernama Dialog Borneo (1987} kemudian berubah menjadi Dialog Borneo-Kalimantan (1995} dan menjadi Dialog Serantau Borneo-Kalimantan (2023}.
Selain membahas berbagai hal terkait perkembangan bahasa, sastra, dan budaya di wilayah Borneo-Kalimantan, DSBK diharapkan menjadi tempat untuk menelorkan ide-ide penguatan dan pemajuan bahasa, sastra, dan budaya. DSBK juga mengukuhkan jalinan kekerjasamaan bahasa, sastra, dan budaya di antara tiga negara.
Pertemuan karyawan (sastrawan) tiga negara satu pulau ini telah berlangsung sebanyak 16 kali. Data pelaksanaan Dialog Borneo, Dialog Borneo-Kalimantan, dan Dialog Serantau Borneo-Kalimantan sebagai berikut: (I} Miri, Sarawak (1987}, (II} Kota Kinabalu, Sabah (1989}, (Ill} Brunei Darussalam (1992}, (IV) Pontianak, Kalbar (1995), (V) WP Labuan (1998}, (VI} Kuching, Sarawak (2000}, (VII} Banjarmasin, Kalsel (2003}, (VIII} Sandakan, Sabah (2005}, (IX) Brunei Darussalam (2007}, (X) Samarinda, Kaltim (2011}, (XI) WP Labuan (2013), (XII} Kuching, Sarawak (2015}, (XIII} Pontianak, Kalbar (2017}, (XIV} Kota Kinabalu, Sabah (2019}, (XV) Brunei Darussalam (2023}, dan (XVI} Samarinda, Kaltim (2025).
Peserta jiran berasal dari Kuala Lumpur, Selangor, Sarawak, Sabah, Wilayah Persekutuan Labuan, Brunei Darussalam. Mereka mewakili beberapa lembaga, yaitu GAPENA (Gabungan Persatuan Penulis Nasional) Malaysia, ASTERAWANI (Angkatan Sasterawan Sasterawani) Brunei Darussalam, PUTERA (Persatuan Penulis Utara Sarawak), PEKASA (Persatuan Karyawan Sastera Sarawak), BAHASA (Badan Bahasa dan Sastera Sabah), PERWILA (Persatuan Penulis Wilayah Persekutuan Labuan), IPS(lkatan Penulis Sabah), serta perorangan.
Sementara itu, peserta Indonesia, selain Kaltim sebagai tuan rumah, adalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Beberapa peserta Indonesia yang berasal dari luar Pulau Kalimantan adalah peserta pengamat dari kalangan akademisi dan pengurus dewan kesenian.
Peran DKD Kaltim di DSBK XVI 2025
Dewan Kesenian Daerah (DKD) Provinsi Kaltim menjadi motor penggerak rencana kegiatan DSBK XVI 2025. Penyiapan kegiatan dilakukannya sejak 2023, tak lama setelah turut serta sebagai peserta dan pembentang kertas kerja dalam DSBK XV di Brunei Darussalam, awal Agustus 2023. Syafril Teha Noer dan Amien Wangsitalaja berangkat mengikuti kegiatan tersebut dengan dukungan penuh Pemprov Kaltim. Di DSBK XV di Brunei Darussalam itulah DKD Kaltim disepakati menjadi tuan rumah pelaksanaan DSBK XVI 2025.
Mulai Agustus 2023 DKD Kaltim membentuk tim kecil penyiapan DSBK XVI, dipimpin langsung ketua umum-nya, Syafril Teha Noer. Tim kecil melakukan audiensi ke Pemprov Kaltim, bertemu Gubernur Kaltim yang langsung menyatakan dukungan. Dukungan serupa kelak dikonkretkan Pemprov melalui kebijakan pembiayaan, saat Panitia DSBK XVI melakukan audiensi lanjutan dengan Wakil Gubernur (saat ini), Sena Aji. Dukungan juga datang dari kalangan DPRD Kaltim, sebagaimana ditunjukkan anggota Komisi IV-nya, Sarkowi V Zahry. Melalui koordinasi dengan Sekretaris Provinsi Sri Wahyuni Pemprov menyetujui pendanaan DSBK XVI 2025 dilekatkan pada Disdikbud Kaltim. (*/ama)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya