src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> DPRD Kukar Fasilitasi Pembentukan Tim Ad Hoc, Tangani Kasus Dugaan Pencabulan di Tenggarong Seberang

DPRD Kukar Fasilitasi Pembentukan Tim Ad Hoc, Tangani Kasus Dugaan Pencabulan di Tenggarong Seberang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 23 Agu 2025 16:19 137 gleadis


HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Miris dengan kondisi dugaan pencabulan yang dialami santri, disalah satu Ponpes di Tenggarong Seberang. DPRD Kukar melalui Komisi IV memfasilitasi tim Ad Hoc, yang akan mengungkap kasus ini sampai selesai.

“Tim ini sangat penting, agar selama ini dugaan-dugaan yang bermunculan bisa dipastikan kebenarannya. Selain itu, tim ini nanti akan berikan solusi, sebagai upaya pencegahan praktek pencabulan di sekolah,” ucap Ketua Komisi IV, Andi Faisal, Selasa 19 Agustus 2025.

Tim tambah Faisal, melibatkan berbagai lembaga, seperti, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(DP3A), Dinas Sosial, MUI, Pemcam Tenggarong Seberang, Pemdes, Kantor Kemenag Kukar, TRC P3A Kaltim, serta pihak lainnya yang dianggap penting.

“Tim dipimpin langsung oleh Kepala UPT P3A Kukar Farida,” ujarnya.

Andi mengharapkan kepada tim, mempunyai target kerja selama satu bulan, dan bisa melaporkan hasil kerja kepada DPRD.

“Terkait fasilitas tim kerja, akan difasilitasi oleh DPRD, silahkan pakai ruangan yang ada di sekretariat, agar fokus kerja tim,” tegasnya.

Anggota Komisi IV lainnya, Akbar Haka merasa miris dengan kejadian kasus pencabulan, disalah satu Ponpes. Ini namanya, lembaga pendidikan yang tidak memberi rasa aman kepada anak didiknya.

“Kasus ini juga, sudah pernah kejadian tahun 2021. Dengan dalih, tidak cukup bukti, akhirnya oknum guru tersebut bebas,” jelasnya.

Akbar juga menyebut, sambil menunggu tim Ad Hoc bekerja, kepada kantor Kemenag Kukar, bisa memberikan tindakan tegas kepada Ponpes tersebut, demi keselamatan dan keamanan santri yang ada disana.

“Alangkah baiknya, Ponpes tersebut ditutup saja, selain praktek pencabulan, izin operasional lembaga pendidikan tersebut sudah habis. Ditambah juga, Ponpes tersebut sangat tertutup dengan pemerintah,” tegasnya.(ADV23/Andri)

LAINNYA
x