src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Anggota DPRD Kaltim Sutomo Jabir ketika melakukan peninjauan ke dermaga penyeberangan di Kecamatan Kaubun (foto: Istimewa/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim Sutomo Jabir merespon keluhan warga terkait lambannya progres pengerjaan Jembatan Sei Rantau Nibung, yang merupakan akses penghubung antara daerah Kaubun dengan daerah Palawan, serta daerah Tepian Terap dengan Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau.
Dia meminta agar Pemerintah Provinsi Kaltim dalam hal ini Dinas PUPR Provinsi Kaltim untuk dapat memprioritaskan pembangunan jembatan yang berada di Kecamatan Kaubun ini.
Mengingat, akses jembatan tersebut menjadi penghubung antara satu daerah dengan daerah lain ini diharapkan akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk segala keperluan, termasuk peningkatan ekonomi.
“Saya selaku anggota DPRD Kaltim sangat berharap agar Pemprov Kaltim memprioritaskan pembangunan jembatan ini,” ujarnya.
Sutomo Jabir menyebut, selama ini akses penghubung antara Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur masih menggunakan akses jalur laut, yaitu menggunakan kapal Fery (kapal penyeberangan, red) dengan akses dermaga di Kecamatan Kaubun.
Sehingga hal itu juga kerap memicu terjadinya kecelakaan laut. Beberapa kali sudah terjadi peristiwa tenggelamnya kapal feri di sana yang menyebabkan korban jiwa.
“Jalur itu saat ini menjadj jalur utama kendaraan dari Talisayan-Biduk-biduk dan sekitarnya untuk menuju Kutai Timur dan Samarinda. Mereka yang melintas terutama angkutan ikan di pesisir Berau ke Kutim dan Samarinda. Termasuk wisatawan yang akan menuju ke Biduk-biduk,” bebernya.
Diungkapkan Legislatif dari Fraksi PKB ini, Jembatan Sei Rantau Nibung telah dikerjakan sejak tahun 2014 silam. Anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan jembatan ini pada tahun tersebut mencapai Rp 230 miliar.
Dengan realisasi pekerjaan dengan interval waktu periode 2014-2016 meliputi, kegiatan penyediaan pemancangan, dengan anggaran yang terserap sebesar Rp 53,8 miliar. Bentang jembatan ini sepanjang 150 meter, sedangkan bentang jalan pendekat sisi kiri dan kanan sepanjang 123 meter dan clearance jembatan 13,75 meter.
“Kalau jembatan ini selesai dan bisa dilalui, maka jarak ke Talisayan dan sebaliknya, bisa lebih hemat waktu 1 jam. Selain itu, pastinya lebih aman dan murah,” pungkasnya. (Advetorial)
Penulis : Ningsih