27.6 C
Samarinda
Thursday, June 20, 2024

DPRD Gelar RDP Bahas Rebutan Konservasi Penyu

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – DPRD Berau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait perkembangan pengelolaan konservasi penyu di Pulau Balembangan dan Sambit Kecamatan Maratua Kabupaten Berau pada Senin, 10 Oktober 2022.

Dilatari oleh ada dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pegiat konservasi penyu di Pulau Balembangan dan Sambit Kecamatan Maratua Kabupaten Berau saling berebut dan mengklaim.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah selaku pimpinan rapat menuturkan, konflik ini jangan sampai berkelanjutan dan harus diselesaikan dengan kepala dingin. Dirinya bahkan meminta kepada orang yang mengelola konservasi tersebut harus memiliki dasar hukum yang sah.

“Permasalahan ini sebetulnya adanya masalah internal antara dua lembaga konservasi penyu tersebut. Untuk itu kami harap dengan RDP ini jangan ada konflik. Mari kita jaga Kabupaten Berau dengan pulau dan sumber daya alamnya, terutama potensi laut,” jelasnya di ruang rapat gabungan DPRD Berau.

Disampaikannya, kewenangan daerah hanya mengatur pulau, sementara kewenangan pengelolaan konservasi penyu berada di pusat meliputi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Jadi, ada kewenangan darat dan laut yang harus disinkronkan.

Sari menyampaikan, karena konservasi ini juga menerima dana dari luar negeri, jadi harus benar-benar dipertanggungjawabkan secara maksimal untuk pemanfaatan kepentingan konservasi penyu di Pulau Balembangan dan Sambit Kecamatan Maratua Kabupaten Berau.

“Untuk itu harus bekerja secara profesional, karena dana ini kan dibantu dari luar sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Perlu memperhatikan nuansa lokal, serta tetap berkoordinasi juga dengan dinas-dinas terkait,” tegasnya.

Dirinya meminta kepada LSM pegiat konservasi penyu yang ada di Pulau Balembangan dan Sambit Kecamatan Maratua Kabupaten Berau untuk melibatkan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Camat, dinas terkait, hingga masyarakat lokal.

“dalam hal ini dinas-dinas juga harus tetap membina, melakukan supervisi, dan koordinas dengan masyarakat lokal agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan kondusif,” ucapnya.

Kepala SKW I Berau BKSDA Kaltim, Denny Mardiono menyebutkan, pada tahun 2020 lalu tercatat 25.585 ekor penyu yang mendarat di pulau kecil seperti Pulau derawan, Sangalaki, Kaniungan, Balembangan, dan Sambil di Kabupaten Berau. Sedangkan, pada tahun 2021 meningkat hingga 37.239 ekor penyu.

“Ini potensi yang sangat luar biasa sehingga keberadaan penyu di Kabupaten Berau harus dijaga. Untuk pengawasan dan konservasi diserahkan kepada KKP dan KLHK” pungkasnya. (Adv)

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER