Beranda Kutai Timur Covid-19 Menggila! Pemkab Kutim Diminta Tak Malu Mencontoh Mahulu dan Kubar

Covid-19 Menggila! Pemkab Kutim Diminta Tak Malu Mencontoh Mahulu dan Kubar

ketua KNPI Kutim
Ketua DPD KNPI Kutai Timur Munir Perdana. (foto: istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Keluarnya Surat Edaran Nomor : 366/668/PB.COVID-19/XI/2020 tentang Pemberlakuan Jam Malam Dan Karantina Terpusat yang ditandatangani oleh Pjs Bupati Kutai Timur Moh. Jauhar Efendi dinilai sebuah keputusan yang tepat untuk mengatasi dan menekan lajunya penyebaran Covid-19.

Saat ini, dua kecamatan yakni Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, mulai menggila. Namun, dalam pandangan Ketua DPD KNPI Kutai Timur Munir Perdana, harus ada langkah lain selain memberlakukan jam malam.

Dibutuhkan deteksi dini perihal perjalanan keluar-masuk orang ke Kutim. “Langkah ini sebenarnya pernah dilakukan pada beberapa waktu lalu. Ada orang-orang yang ditempatkan pada pintu-pintu masuk ke Kutim, baik orang-orang yang masuk ke Kutim dari wilayah Bontang-Samarinda maupun untuk memantau mereka yang dari arah Berau, di wilayah Wahau-Kongbeng. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir, justru tren kasusnya meningkat,” terang Munir.

Advertisement

Belakangan ini, kata dia, justru malah lebih longgar terhadap protokol Covid-19. Untuk itu, Satgas Covid-19 di Kutim wajib meningkatkan kembali semangat dan gerakan di lapangan dalam mengantisipasi penyebaran pandemi corona.

“Kita harus berkaca dengan dua daerah di Kaltim, yakni Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Keduanya saya anggap cukup berhasil dalam rangka penanganan Covid-19, mereka ketat dan displin sekali dalam melaksanakan protokol kesehatan,” tukasnya.

“Mereka bahkan memantau orang-orang dari luar daerahnya, jika hendak masuk maka harus lulus tes swab. Itulah yang perlu kita contoh, tidak perlu jauh-jauh. Inilah langkah serius yang wajib diikuti, bukan sebaliknya malah makin melonggarkan pelaksanaan protokol kesehatan,” jelas pria yang berhasil membawa Kutim dapat penghargaan Kabupaten Layak Pemuda (KLP) 2018 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga ini.

Diketahui, Surat Edaran Bupati Kutim, berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dilakukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kutim pada 9 November 2020, bertempat di Markas Komando Distrik Militer 0909/Sangatta, menghasilkan sejumlah poin

Poin pertama telah terjadi kenaikan jumlah kasus terkonfirmasi positif secara signifikan. Poin kedua, wilayah Kutim khususnya Sangatta Utara dan Sangatta Selatan menjadi Zona Beresiko Tinggi. Oleh karena itu untuk melindungi kepentingan umum Pemkab Kutim kembali menegaskan Situasi Darurat Covid-19 pada seluruh wilayah di Kutim.

Untuk itu, Pemkab Kutim menerapkan kebijakan pemberlakuan secara efektif Peraturan Bupati (Perbup) Kutim Nomor 32 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Maka, akan dilakukan pemberlakuan jam malam di tempat umum, tempat hiburan, kafe dan sejenisnya. Dengan ketentuan bahwa pada jam 22.00 WITA, tempat-tempat tersebut harus ditutup dan pertemuan, kerumunan, perkumpulan harus telah dianggap selesai atau bubar.

Sebagai informasi, data jumlah kasus positif Covid-19 di Kutim pada Jumat  13 November 2020 terdapat 1.885 kasus. Meninggal dunia sebanyak 26 kasus, dengan 1.425 kasus sembuh.

Penulis: RJ Warsa

Editor: Emha

Komentar
Advertisement