src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Ilyas Natsir. Foto: Riska.HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Inovasi sektor pariwisata di Kabupaten Berau terus digencarkan. Pasalnya, Kabupaten Berau memiliki peluang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui destinasi wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ilyas Natsir menyampaikan, terjadi peningkatan pendapatan di beberapa kampung seperti di Biduk-Biduk, Biatan Bapinang, Tembudan yang masuk ke kas kampung.
“Kemajuan dan dampak ekonomi yang luar biasa bukan semata-mata dari PAD tetapi yang masuk ke masyarakat itu penting. Ekonomi kreatifnya jalan dan konsepnya berbasis komunitas, dengan memberdayakan masyarakat,” jelasnya.
Jadi, kata dia, pariwisata bukan hanya dilihat dari PAD saja, tapi dapat menciptakan multiplier effect untuk lmasyarakat Berau.
Dikatakannya, multiplier effect merupakan pengembangan pariwisata yang mampu mempengaruhi perkembangan sektor- sektor lain yang mendukung keberlangsungan sektor pariwisata khususnya di Kabupaten Berau.
“Konsentrasi kami untuk membangun pariwisata Berau. Dan kita akan tetap terus menggali PAD,” ucapnya.
Disampaikan, tidak hanya PAD yang masuk ke daerah akan tetapi pendapatan asli kampung (PAK).
“Yang paling besar pendapatan dari pariwisata itu adalah multiplier effect,” pungkasnya.
Penulis: Riska