src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Jembatan besi Tenggarong yang akan dibongkar Dinas PU Kukar. (ist)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Budayawan Kukar Awang Rifani menolak keras rencana Pemkab Kukar melalui Dinas PU membongkar Jembatan Besi Tenggarong. Alasannya, jembatan tersebut termasuk Objek Diduga Cagar Budaya(ODCB).
“Objek Cagar Budaya (OCB) bangunan yang sudah berumur di atas 50 tahun dan miliki sejarah. Jembatan tersebut dibangun sekitar tahun 1930, masih zaman kolonial Belanda, berarti umurnya hampir satu abad,” tegas Awang Rifani, Rabu 16 April 2025.
Meski Jembatan tersebut berstatus ODCB, dirinya menyarankan jangan dibongkar karena khawatir akan ada persoalan hukum di kemudian hari. Status ODCB menuju OCB memang agak lama karena harus menunggu penilaian dari tim ahli cagar budaya(TACB). “Ini kan tinggal diusulkan dan mendapatkan penilaian dari TACB,” ucapnya.
Jika alasan DPU bahwa jembatan tersebut sudah tidak layak dilewati, kenapa tidak ditutup sejak lama. Soal ada kajian dari Politeknik Negeri Samarinda(Polnes) bahwa jembatan tersebut sudah tidak layak dilintasi karena keropos besinya, Awang Rifani mengakui ingin membaca secara langsung kajiannya. “Mana bukti kajiannya, bahwa jembatan tersebut sudah tidak layak dilintasi,” ungkapnya.
Awang mengusulkan kepada DPU untuk me-redesain jika ingin membangun jembatan yang baru tanpa membongkar jembatan yang lama. “Bisa saja dibangun kanan kiri jembatan yang nantinya ada perbedaan arah yang diatur Dishub di kemudian hari,” ungkapnya.
Kepala DPU Kukar Wiyono mengakui rencana membongkar jembatan lama dan dibangun jembatan yang baru. Dirinya akan berkoordinasi dengan Bupati dan Kesultanan Kukar. Karena ada penolakan, maka rencana pembongkaran pada 15 April 2025 ditunda.
“Pembongkaran jembatan tidak ada maksud menghilangkan aspek budaya dari jembatan tersebut. Berdasarkan kajian mahasiswa Polnes, jembatan tersebut besinya sudah keropos, Jadi, demi keamanan dan kenyamanan akan dibangun jembatan yang baru,” ungkapnya.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim