21.8 C
Samarinda
Friday, September 17, 2021

Berkas Pengunduran Diri Andi Harun Belum Disetor

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda telah selesai melakukan verifikasi berkas pendaftaran bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda, Andi Harun-Rusmadi Wongso, Jumat 4 September 2020 di sekretariat KPU Samarinda Jalan Ir Juanda.

Setelah lebih dari 2 jam pemeriksaan, akhirnya KPU menyatakan berkas Andi Harun-Rusmadi Wongso lengkap dan memenuhi syarat.

“Verifikasi berkas yang diperiksa adalah berkas untuk syarat pencalonan dan syarat calon, partai politik yang mendukung dan keabsahan dokumen yang diserahkan pada kami. Untuk data persyaratan calon menyangkut data identitas calon, karena untuk penginputan dalam sistem informasi calon membutuhkan waktu,” katanya pada awak media.

Dikatakan Firman, KPU Samarinda bersikap lebih teliti dan hati-hati ketika melakukan input data bakal paslon untuk menghindari kemungkinan adanya kesalahan dan secara hukum bisa berbeda penafsirannya.

“Kami konfirmasi kembali dengan partai yang ada dan bapaslon, mulai ejaan huruf yang kami berikan. Kami tidak serta merta memberikan berkas itu, tapi sama-sama meneliti dahulu. Dan beberapa berkas yang harus dipenuhi harus kami centang sehingga dinyatakan berkas diterima lengkap dan bisa dilanjutkan untuk pemeriksaan kesehatan” katanya lagi.

Tim verifikator berkas sendiri, kata Firman, ada orang dari KPU Samarinda. KPU juga memeriksa syarat pencalonan SK/B1-KWK.

“Yang diperiksa, SK parpol yang menyatakan dukungan pada bapaslon dan gabungan partai politik yang bertanda tangan masing-masing, ketua dan sekretaris di atas materai. Dan berkas kepengurusan partai pendukung,” ucapnya.

Dari pemeriksaan dokumen, kata Firman, masih ada satu berkas dokumen yang kurang yaitu berkas pengunduran diri bakal calon wali kota Andi Harun dari DPRD Kaltim.

Paling lambat berkas pengunduran diri tersebut diterima KPU, 5 hari setelah pendaftaran calon dan SK paling lambat 30 hari menjelang pemilihan.

“Semua sudah lengkap. Memang ada satu dokumen yang belum kami terima tapi itu tidak hari ini, masih bisa disusulkan,” tuturnya.

Lanjut Firman, pada tanggal 7 September secara bersamaan, bakal paslon yang dinyatakan berkas lengkap dan diterima akan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Tanggal 9 September akan dilakukan pemeriksaan psikologi dari HIMPSI, selanjutnya akan ada rekomendasi dari Dinas Kesehatan. Lalu, penetapan pasangan calon pada tanggal 23 September 2020.

“Rekomendasi Dinas Kesehatan ini nanti apakah Bapaslon sehat secara jasmani rohani, dan antinarkoba. Setelahnya baru akan ada perbaikan jika ada dokumen yang harus diperbaiki, misalnya visi misi,” kata dia.

Firman juga menyampaikan kepada Paslon dan timnya harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kami sudah membatasi partai politik untuk membatasi kehadiran orang, tapi yang terlihat tadi, dari Bapaslon seperti tidak bisa menghentikan atau melarang dari simpatisan yang ingin datang. Kami berharap kerja samanya dari partai politik dan bapaslon untuk tetap taat dan patuh protokol kesehatan,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Komentar

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

Komentar