src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Setelah melakukan berbagai upaya percepatan optimalisasi kargo di Bandara Kalimarau Berau, akhirnya satu maskapai pesawat milik Blue Bird Nordig Indonesia (BBN Airlines Indonesia) akan beroperasi untuk memberikan pelayanan fasilitas kargo mulai Senin, 11 Maret 2024 mendatang.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Berau, Ferdinan Nurdin, menyampaikan ini akan menjadi hal yang bersejarah dalam dunia penerbangan khusus kargo di Kabupaten Berau. Tidak hanya memberikan pilihan kepada pelaku usaha akan tetapi mempercepat supply chain yang ada di Bumi Batiwakkal.
“Tentunya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian serta dapat mengurangi tingkat inflasi di Kabupaten Berau,” jelasnya.
Hal ini atas kerjasama antara PT Banua Sanggam Abadi (BSA) dengan BBN terkait pengoperasian pesawat khusus kargo, untuk melayani rute penerbangan dari dan menuju Jakarta.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Berau, Ferdinan Nurdin. Foto: (Riska/headlinekaltim.co)
Diketahui, Pesawat narrow body jenis B736-800F memiliki kapasitas muatan hingga 23 ton untuk sekali angkut. Terkait biaya pengiriman itu sebesar Rp45.000 per kilogram untuk pengiriman dari Jakarta, dan Rp25.000 ribu per kilogram untuk pengiriman menuju Jakarta,
“Kelebihan lainnya adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan adanya penjemputan pada barang yang ingin dikirimkan,” ucapnya.
Bandara Kalimarau juga berkolaborasi dengan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC) untuk melaksanakan kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) dengan tema “Ekspor for Logistik” dalam menyambut kedatangan pesawat maskapai kargo
Kata dia, ini akan menjadi kesempatan dalam mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Berau serta mengambil kesempatan peluang berusaha ekspor dengan adanya rencana penerapan program NLE.
“Ini akan menjadi awal dari sebuah perubahan untuk perekonomian yang berkelanjutan di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (Riska)