src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bawaslu Kukar: Ketidaknetralan ASN Kukar di Level Rawan

Bawaslu Kukar: Ketidaknetralan ASN Kukar di Level Rawan

waktu baca 2 menit
Jumat, 26 Jul 2024 17:17 506 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilihan(IKP), Bawaslu Kutai Kartanegara (Kukar) menyebut persoalan ketidaknetralan ASN Kukar di Pilkada 2024 menempati level kerawanan pemilu yang signifikan.

“Rekomendasi Bawaslu soal ketidaknetralan ASN/TNI/Polri di Pemilu 2024 sangat tinggi,” sebut Anggota Bawaslu Kukar Divisi Pencegahan Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Munir Anshori pada Kamis 25 Juli 2024 di Kafe Pesona Mahakam Tenggarong.

Ketidaknetralan ASN Kukar juga diperkuat dengan laporan Komisi ASN yang memosisikan Kukar di nomor urut 7 se-Indonesia dari kasus ketidaknetralan di momentum tahun politik.
“Ada delapan kasus yang masuk dan ditangani ke KASN,” ucapnya.

Kewenangan Bawaslu, lanjut dia, hanya menyelidiki kasus perkara sampai selesai. Kewenangan lanjutan dikembalikan lagi ke institusi ASN. Selain itu, ada juga potensi kerawanan di tingkat distribusi logistik, serta sengketa pemilu.

Berbagai upaya yang dilakukan Bawaslu Kukar demi menekan IKP seperti memberikan imbauan, kerja sama lintas lembaga dengan Pemkab, TNI dan Polri, serta melibatkan tokoh masyarakat dan institusi pendidikan.

“Termasuk kita perkuat pengawasan partisipatif, dengan melibatkan media massa dalam pengawasan pemilihan,” ucapnya.

Indikator kerawanan pemilihan lainnya, meliputi Ketidakpatuhan peserta pemilu, adanya politik uang, adanya teknis cuaca, adanya sengketa antara peserta pemilu, akurasi data pemutahiran data pemilih, serta adanya catatan khusus dari pengawas pemilu.

Ketua PWI Kukar Bambang Irawan mengingatkan kepada wartawan saat ini mendekati masa pendaftaran calon Kepala Daerah untuk mengikuti Pilkada 2024. Tugas media massa adalah menjaga kesejukan, kredibilitas dan wujudkan pemilu berintegritas dengan berimbang pemberitaan.

Kata dia, “Saat pilpres Februari 2024 lalu, masyarakat menjadi terbelah. Berhati-hati mencari Narsum. Info viral di medsos jangan langsung diambil, ditelaah dengan baik, khawatir terjerumus info hoax.” (Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x