src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Penumpang mendaftarkan diri dan menitipkan bagasi di meja pendaftaran penumpang maskapai di Bandara Sepinggan di Balikpapan. Memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru, jumlah penumpang bertambah hingga Angkasa Pura selaku pengelola berkoordinasi dengan para pihak untuk menjaga kelancaran, keamanan, dan kenyamanan penumpang. (Antara Kaltim/Novi Abdi)HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Pengelola Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan membuka Posko Terpadu Nataru Bandara Sepinggan yang akan beroperasi selama 21 hari, terhitung mulai 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Posko ini menjadi pusat koordinasi utama dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru.
Dilansir dari Antara Kaltim, General Manager Bandara Sepinggan Balikpapan, Iwan Novi Hantoro, menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan operasional bandara berjalan aman dan lancar selama Posko Terpadu Nataru Bandara Sepinggan berlangsung.
Ia menjelaskan, Posko Terpadu Nataru Bandara Sepinggan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, Dinas Perhubungan, CIQ (Customs, Immigration, Quarantine), BMKG, Balai Karantina Kesehatan, hingga seluruh pemangku kepentingan bandara. Sinergi ini dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan layanan.
Angkasa Pura Indonesia Regional VI memprediksi puncak arus mudik di Bandara Sepinggan akan terjadi pada 24 Desember 2025 dengan jumlah penumpang mencapai 21.169 orang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 4 Januari 2026 dengan total 19.059 penumpang. Seluruh pergerakan tersebut akan dipantau secara intensif melalui Posko Terpadu Nataru Bandara Sepinggan.
Tak hanya di Balikpapan, Angkasa Pura Indonesia juga membuka posko serupa di sejumlah bandara lain di Regional VI, seperti Bandara Supadio Pontianak, Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, dan Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin. Namun, Posko Terpadu Nataru Bandara Sepinggan menjadi salah satu fokus utama karena tingginya volume penumpang.
Iwan menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian khusus selama operasional Posko Terpadu Nataru Bandara Sepinggan. Perubahan kondisi atmosfer pada akhir tahun dinilai dapat memengaruhi jadwal penerbangan, sehingga koordinasi dengan BMKG dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam mendukung operasional Posko Terpadu Nataru Bandara Sepinggan, Angkasa Pura Indonesia menyiapkan 817 personel gabungan dari internal dan eksternal. Personel tersebut bertugas mengawasi area terminal, sisi udara, peralatan navigasi, hingga pengendalian antrean penumpang agar tetap tertib dan aman.
Sebelum posko resmi beroperasi, Angkasa Pura Indonesia juga menggelar forum koordinasi Airport Security Committee (ASC) VI dan Facilitation Committee (FAL) II. Forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan prosedur dan menyelesaikan berbagai hambatan operasional menjelang masa kerja Posko Terpadu Nataru Bandara Sepinggan.