src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Dirut Perumda Tirta Mahakam Kukar Suparno. (Andri/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Bertahun-tahun, Perumda Tirta Mahakam Kutai Kartanegara tidak melakukan penyesuaian tarif. Namun, mulai besok pelanggan sudah dikenakan tarif baru layanan air bersih perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara ini.
“Besok, per 1 Maret 2024 kita lakukan penyesuaian tarif,” tegas Dirut Perumda Tirma, Suparno, Kamis 29 Februari 2024.
Suparno menyebut, perusahaannya sudah lama bersabar dengan tidak melakukan penyesuai tarif. kali terakhir diberlakukan penyesuaian pada tahun 2014. Selama itu pula, Pemprov Kaltim terus memantau terkait kebijakan penyesuaian tarif air bersih. “Kami sudah 10 tahun, tidak lakukan penyesuai tarif,” jelasnya.
Suparno membandingkan, harga sebelum kenaikan tarif untuk kelas Rumah Tangga (B) tarif rendah pemakaian 0-10 meter kubik Rp 3.400 per kubiknya. Sedangkan pemakaian 11 meter kubik ke atas Rp 4.250 per kubiknya. Konsumen yang paling banyak di Kukar adalah golongan RT (B).
“Tarif terbaru, 0-11 meter kubik keatas Rp 4.800 atau alami kenaikan 23 persen,” jelasnya.
Patokan yang diambil dalam penyesuaian tarif air bersih adalah Pergub Kaltim Nomor 500 tahun 2022 tentang besaran tarif atas dan bawah air minum kabupaten dan kota. “Harga kami paling murah, jika dibandingkan dengan 9 daerah lainnya di Kaltim,” ucapnya.
Kebijakan ini mengacu prinsip pemulihan biaya, keterjangkauan sehingga masyarakat tidak terbebani. Kemudian efesiensi tercapainya pemerataan menikmati air bersih, kesederhanaan, serta transparansi pengelolaan air.
“Minimal dengan tarif baru, kita sudah break even point (BEP), balik modal, sehingga dalam menjalankan perusahaan tidak alami kerugian yang terlalu besar,” jelasnya.
Jika tidak dilakukan penyesuaian tarif, maka tidak sebanding antara pengeluaran dan biaya penunjang produksi lainnya seperti BBM, listrik, bahan kimia, tenaga kerja serta biaya distribusi. “Kami dengan berat hati lakukan penyesuaian tarif. Kami harap pengertian dari masyarakat Kukar,” pungkasnya.(Andri)