24.2 C
Samarinda
Saturday, July 2, 2022

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Apresiasi Kinerja Wali Kota Resmikan IPA Sungai Kapih

banner dprd samarinda

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Markaca mendukung penuh langkah Wali Kota Samarinda, Andi Harun, untuk segera mengopersikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di kecamatan Sungai Kapih.

Pasalnya, proyek yang hendak mendistribusikan air bersih 200 liter per detik di kawasan Sungai Kapih dan sekitarnya itu bertahun-tahun mangkrak dan telah menelan banyak dana dari APBD Samarinda.

Markaca mengatakan, menurutnya peresmian IPA Sungai Kapih pada Kamis, 4 November 2021 kemarin merupakan suatu langkah luar biasa oleh wali kota.

“Karena sudah lama terbengakalai.┬áPuluhan miliaiar uang APBD mangkrak di sini. Atas prakarsa pak wali kota segera di aktifkan. Jadi yang biasanya sering macet-macet, insyaallah setelah IPA ini berfungsi masyarakat akan merasakan distribusi air PDAM yang nyaman. Terutama untuk masyarakat Sungai Kapih,” ungkap Markaca saat dihubungi melalui sambungan seluler. Jum’at 5 November 2021.

Markaca menjelaskan dengan diresmikannya IPA Sungai Kapih masyarakat bisa akhirnya bisa merasakan air bersih. Terutama pada daerah-daerah pinggiran, di mana pipa PDAM sudah terpasang kendati belum ada sambungannya. Seperti misalnya Sambutan, Sungai Dama, hingga Pelita IV.

Kendati demikian, Markaca menyatakan tak mengerti pasti berapa anggaran yang telah digelontorkan dalam proyek IPA Sungai Kapih tersebut. Yang pasti, pembangunannya sempat terbengkalai dan bertahun-tahun baru terselesaikan.

Ia pun meminta pihak PDAM atau yang kini bernama Perumdam Tirta Kencana Samarinda, dapat mengambil sikap yang tepat dalam memberikan pelayanan air bersih.

“Persisnya saya tidak tahu. Era lama.
Karena ini mangkrak bertahun-tahun, harapan saya PDAM bisa mengambil sikap yang tepat dan cepat. Agar masyarakat merasakan suplai PDAM yang semestinya,” Bebernya.

Bahkan Politisi dari fraksi Gerindra tersebut tak menampik bahwa saat ini Perumdam Tirta Kencana Samarinda telah berupaya memberikan pelayanan air berish.

Dirinya mengingatkan agar tidak terjadi lagi keluhan air keruh hingga macet oleh masyarakat yang menjadi pelanggan di masing-masing wilayah.

“Tidak sepertinya biasanya, kan biasanya ada bahasa air PDAM kayak kuah rawon. Kalau akhir-akhir sudah berkurang, menjurus ke bagus sudah ini. Yang dulu-dulu kayak kuah rawon, sekarang jangan sampai ada lagi,” tandasnya. (ADV)

Penulis: Riski

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU