24.7 C
Samarinda
Wednesday, May 22, 2024

Anggota DPRD Samarinda Dipanggil Bawaslu Soal Dugaan Kampanye Terselubung Paslon

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda akhirnya memanggil pihak-pihak yang diduga melanggar aturan kampanye di luar zona yang diduga dilakukan salah satu kubu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

Pemanggilan oleh Bawaslu tersebut dihadiri oleh 4 orang, salah seorang adalah anggota DPRD Samarinda dari Partai Demokrat, Guntur. Tujuan pemanggilan tersebut untuk melakukan klarifikasi atas dugaan video yang tersebar di media sosial yang memperlihatkan foto Paslon nomor urut 1.

Ketua Bawaslu Samarinda Abdul Muin mengatakan berdasarkan keterangan dari pihak-pihak yang dipanggil menyebutkan kehadiran Paslon M Barkati-Darlis saat itu adalah untuk menghadiri acara syukuran yang digelar oleh ibu-ibu sebagai acara pembukaan tempat senam.

“Setelah kita mengetahui dugaan pelaksanaan kampanye di luar jadwal KPU, maka saya kira untuk lebih mengetahui secara mendalam kami melakukan pemanggilan untuk klarifikasi. Tentu, apakah ada keterkaitan dengan kegiatan yang dimaksud, saya kira tadi ada beberapa orang yang kita klarifikasi mengatakan bahwa itu acara selamatan yang kemudian dihadiri Paslon yang ditetapkan KPU dan hadir disana,” ungkap Abdul Muin pada awak media, Rabu 30 September sore tadi.

Terkait barang bukti, Abdul Muin mengatakan pihaknya saat ini sudah mendapatkan barang bukti berupa foto saat acara berlangsung.

“Kita ingin perdalam lagi, kalau memungkinkan kita akan memanggil orang yang terlibat termasuk tidak menutup kemungkinan Paslon M Barkati-Darlis. Kita ingin pastikan dari kegiatan itu apakah ada unsur pelanggaran yang terkait dengan jadwal kampanye atau tidak,” kata dia.

Bawaslu sendiri lebih mengedepankan asas praduga tak bersalah. Namun demikian, Abdul Muin tetap meyakinkan jika benar ditemukan adanya pelanggaran dan terpenuhi alat bukti dan saksi, maka tak akan segan memberikan sanksi tegas.

“Bawaslu pada proses verifikasi lebih memperkuat bahwa barang bukti sebagai petunjuk dan untuk memperkuat. Kita kedepankan praduga tak bersalah,” ujarnya.

- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU