23.4 C
Samarinda
Friday, June 25, 2021

Ajak Mandi Bareng, Ada Bekas Cupang di Dada Istri, Suami Ngamuk dan Menganiaya

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Baru sebulan menjalani biduk rumah tangga bersama istri sirinya, AD (36) terpaksa berurusan dengan polisi.

Ia menganiaya sang istri, NV (39) lantaran cemburu buta setelah melihat bekas cupang di bagian dada sang istri.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis 13 Agustus 2020 sekira pukul 15.30 WITA di rumah pasangan tersebut, Jalan Kadrie Oening Komplek Bersama Blok C, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Peristiwa berawal ketika AD baru pulang bekerja. Lelah, pria yang diketahui bekerja sebagai sekuriti di Gedung Balai Kesehatan ini beristirahat.

Sore harinya, AD berniat mandi bareng bersama istrinya. Saat membuka pakaian sang istri, AD terkejut bukan kepalang setelah melihat cupang atau bekas gigitan di bagian dada NV.

Seketika AD terbakar api cemburu dan tak mampu menguasai emosinya. Kedua pasutri itu akhirnya terlibat cekcok mulut. AD menuding sang istri telah berselingkuh hingga berujung penganiayaan.

“Keterangan dari pelaku (suami korban, red) malam hari sebelumnya dia tidak melakukan hubungan badan dengan korban. Makanya waktu melihat ada tanda bekas kecupan, pelaku emosi hingga menganiaya,” kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan.

Walaupun penganiayaan yang dilakukan AD hanya dengan tangan kosong, tapi mampu membuat NV babak belur.

“Korban mengalami cedera di bagian kepala dan hidung mengeluarkan darah, parahnya lagi bagian rahang korban tergeser. Saat korban tersungkur, pelaku menendang dan menggesekkan jempol kakinya di kemaluan korban,” terang Ridwan.

Usai peristiwa penganiayaan tersebut, korban menyampaikan kepada keluarganya perihal penganiayaan tersebut. Setelah lima hari berlalu, tepatnya Selasa 18 Agustus 2020, NV melapor ke polisi dengan membawa alat bukti berupa hasil visum rumah sakit, dan pakaian yang dikenakan saat kejadian.

AD sendiri akhirnya diringkus di tempat kerjanya. “Kita kenakan Pasal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) juncto 351 KUHP,” tegas Ridwan.

Penulis : Ningsih

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar