22.6 C
Samarinda
Minggu, April 18, 2021

Kisah Mistis ‘Penghuni’ Bukit Longsor Mangkupalas, Pengendara Motor Kesurupan

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ada kisah mistis di balik peristiwa longsornya bukit Jalan Pattimura, di Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kaltim.

Sekitar lima hari lalu, seorang wanita pengendara motor mengalami kesurupan ketika melintas di jalur poros Samarinda Seberang-Palaran tersebut.

Kepala BPBD wilayah Palaran-Samarinda Seberang Sujian menceritakan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 22.30 WITA Selasa 1 September 2020 lalu.

Saat itu, petugas gabungan PUPR Provinsi Kaltim dan PUPR Kota Samarinda bersama tim BPBD yang ada di lokasi dikagetkan dengan teriakan minta tolong seorang ibu yang mengatakan anaknya kesurupan.

“Saat kejadian kami masih bekerja membersihkan material longsoran di sana. Ibu anak ini berboncengan motor dari arah Palaran mau ke Mangkupalas. Sampai di lokasi longsoran pertama dari arah Palaran, kami dengar ibu itu teriak minta tolong, anaknya kesurupan katanya,” kisah Sujian.

Tak ayal, petugas PUPR yang ada di lokasi heboh. Mereka langsung mendatangi korban yang mengamuk di tengah jalan. Khawatir terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, petugas membawa korban ke pinggir jalan.

Saat coba ditenangkan petugas BPBD dan PUPR, korban berontak dan menggumam. Suaranya berubah menyeramkan, dia berteriak kepada petugas PUPR agar tidak mengganggu ‘rumahnya’ di sana.

“Jangan ganggu rumahku, jangan ganggu rumahku di sini, jangan diganggu!”ucap Sujian menirukan korban.

Segala upaya dilakukan untuk menyadarkan warga yang diketahui bermukim di Jalan Rukun, Samarinda Seberang ini.

“Sempat tenang setelah ibunya mendengarkan suara dari telpon, seperti ada yang mengarahkan untuk membaca ayat-ayat Alquran,” lanjut Sujian.

Setelah sedikit tenang, korban bersama ibunya diantar pulang menggunakan mobil petugas PUPR Provinsi Kaltim.

Sementara itu, petugas PUPR Provinsi Kaltim Deden juga mengakui sejak melakukan pengerjaan material longsoran di jalur trans Kaltim tersebut sempat terjadi beberapa kali insiden.

Mulai dari mobil operasional yang ditabrak pengguna jalan sampai beberapa kali aktivitas pengerukan nyaris membahayakan nyawa anggotanya.

“Waktu kerja, mobil kami berapa kali ditabrak pengendara motor sampai harus berurusan. Belum lagi anggota yang hampir diserempet waktu bekerja. Ya di lokasi longsoran ini,” katanya.

Penulis : Ningsih

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar