HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG - SMAN 1 Tenggarong menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-62. Sebagian besar kegiatan menampilkan prestasi siswa, sedangkan sisanya berupa bakti sosial untuk lingkungan sekitar. Ketua Panitia HUT SMAN 1 Tenggarong Ridwan mengatakan, kegiatan bakti sosial akan digelar hari ini. “Besok (hari ini) kegiatan kami bakti sosial. Memberikan bantuan sembako bagi siswa yang kurang mampu serta tetangga sekolah,” ujar Ridwan, Kamis 22 Oktober 2026. Menurut Ridwan, kegiatan lainnya adalah olimpiade sains untuk siswa SMP dan MTs. Pesertanya tidak hanya berasal dari Tenggarong, tetapi juga dari daerah lain, seperti Loa Kulu dan Loa Janan. Mata pelajaran yang dilombakan adalah IPA, matematika, dan bahasa Inggris. Para peserta dibimbing klub sains internal sekolah. “Peserta yang lolos olimpiade mendapatkan golden ticket masuk ke SMAN 1,” tegasnya. Selain itu, ada pertunjukan kesenian dan olahraga siswa. Ridwan menyebut, meski SMAN 1 terkenal dengan akademiknya, sekolah itu juga unggul di bidang nonakademik. Pada Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kukar, siswa SMAN 1 menjadi juara umum di berbagai kategori lomba. Panitia juga menggelar lomba tahfiz, tartil, dan tahsin Al-Qur’an, serta lomba bedah Alkitab. “Karena ada juga siswa kami yang Kristiani, mereka punya kesempatan untuk mengasah pengetahuan keagamaannya,” jelasnya. Hasil karya siswa turut dipamerkan. Dalam kegiatan ekstrakurikuler, siswa berlatih membuat pupuk padat dan cair, lilin, pestisida, serta sabun cuci piring. Seluruh produk itu berbahan herbal dan merupakan karya terbaru siswa. “Kalau inovasi yang lama juga banyak, seperti produk jam dinding dan mebel,” ujarnya. Kepala SMAN 1 Tenggarong Djunijanto menambahkan, sekolah yang dipimpinnya kini berusia 62 tahun. Sebagai sekolah lanjutan atas tertua di Kukar, kata dia, SMAN 1 Tenggarong memiliki banyak prestasi. Sejumlah tokoh dan pejabat juga merupakan lulusan sekolah tersebut, di antaranya almarhum Awang Faroek Ishak, mantan Gubernur Kalimantan Timur, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Wiyono. Djunijanto mengungkapkan, salah satu persoalan sekolah saat ini adalah belum adanya lahan parkir yang representatif. Kondisi itu menyulitkan sekolah saat menggelar acara besar karena harus meminta izin untuk menutup jalan raya di depan sekolah selama kegiatan berlangsung. “Ke depannya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan lintas alumni terkait persoalan tersebut,” harapnya. (Andri) Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co Gabung