src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">


HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendukung peningkatan perekonomian di Bumi Batiwakkal melalui UMKM Berau Ceria. Pasalnya, ini merupakan momentum yang tepat setalah pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Mayarakat (PPKM).
Bupati Berau, Sri Juniarsih menyampaikan, hal ini merupakan kesempatan yang luar biasa. Karena kesempatan tersebut dapat mengangkat perekonomian masyarakat di Bumi Batiwakkal. Kata dia, ini menjadi upaya dalam peningkatan ekonomi mayarakat melalui pengembangan usaha berbasis parawisata dan kearifan lokal.
“Seperti pembangunan kawasan terpadu, pusat seni budaya, dan kreativitas. Salah satunya yakni kawasan UMKM terpadu dengan menyediakan fasilitas pembinaan, pelatihan, serta kredit lunak kepada UMKM,” jelasnya pada Sabtu, 11 Maret 2023 di Tepian Jalan Ahmad Yani.
Pihaknya mendorong untuk terus memaksimalkan potensi serta membuka peluang ekonomi kreatif di Kabupaten Berau. Dengan menciptakan perbaikan iklim sehingga memudahkan usaha dalam mengakses pasar yang lebih luas. Menurutnya, UMKM saat ini sudah mulai berkembang mulai dari industri rumahan, maupun kelompok usaha.
“Saya harap ajang Festival UMKM Berau Ceria dapat menghimpun UMKM, BUMK, usaha mandiri maupun industri rumah tangga untuk memasarkan hasil produk terbaiknya. Hal ini karena bertujuan untuk memperkenalakan produk khas Kabupaten Berau agar semakin dikenal,” tuturnya.
Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi dan UMK Republik Indonesia, Luhur Pradjarto mengatakan, kalau diperhatikan saat berkeliling mayoritas yang dijual ialah makanan, ada yang bersertifikat halal ada yang belum.
“ini menjadi kesempatan untuk didaftarkan produknya karena ini juga penting. Saya lihat ada produk-produk yang sama alangkah baiknya ada layanan pusat terpadu, perdampingan. Sebagai pemarean, rumah kemasan, maupun desain.
kalau diperhatikan, kata dia, Kabupaten Berau ini merupakan destinasi wisata yang begitu luar biasa yang cukup potensial. Dikatakan, untuk daerah wisata wajib memperhatikan terkait penginapan, transportasi, cinderamata, dan wisata kuliner.
“Selain produk makanan, adalah kerajinan. seperti souvenir apa yang menjadi ciri khas, ada batik, sendok garpu dari batang maupun batok kelapa. Dan saya yakin ini juga akan membantu untuk mengurangi sampah plastik,” bebernya. (Adv)
Penulis: Riska