src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Petugas pemadam kebakaran saat melakukan evakuasi pada peristiwa kebakaran di Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur yang terjadi selepas sahur pada Senin (18/3/2024). (ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan-Muhammad Solih Januar)
HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Rahmad Mas’ud mengingatkan warga setempat mewaspadai terjadinya kebakaran selama Ramadhan 1445 Hijriah.
“Kami imbau masyarakat tingkatkan kewaspadaan untuk mencegah potensi terjadinya kebakaran selama bulan puasa,” ujar Wali Kota Rahmad Mas’ud di Balikpapan, Selasa 19 Maret 2024.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga Kepolisian Resor Kota (Polresta) Balikpapan melakukan upaya pencegahan (preventif), memberikan sosialisasi dan imbauan agar warga tidak melakukan sesuatu kecerobohan yang dapat menimbulkan terjadinya kebakaran.
BPBD Kota Balikpapan mencatat dalam satu pekan terakhir pada bulan puasa, sudah tiga kali terjadi bencana kebakaran di daerah yang dikenal dengan slogan Kota Beriman itu.
Dua musibah kebakaran terjadi selepas sahur, yakni di kawasan Manggar Kecamatan Balikpapan Timur pada Minggu (17/3) menghanguskan tujuh bangunan dan di kawasan Klandasan Ulu Kecamatan Balikpapan Kota pada Senin (18/3) menghanguskan 45 bangunan.
Kemudian pada Senin (18/3) sore, satu bangunan di Jalan RE Martadinata Kecamatan Balikpapan Tengah hangus terbakar.
“Kami terus sosialisasikan dan ingatkan pentingnya kewaspadaan potensi bencana kebakaran,” kata wali kota.
Kawasan permukiman padat penduduk dan rumah atau bangunan material kayu perlu diwaspadai, lanjut dia, karena kawasan itu rentan terjadi bencana kebakaran.
“Pastikan kompor atau peralatan listrik dalam keadaan padam kalau mau pergi salat tarawih, sebelum tidur dan setelah sahur,” tambahnya.
“Begitu juga untuk rumah yang sudah berusia 20 tahun ke atas, tolong cek atau memperbarui instalasi kelistrikan agar tidak bermasalah,” jelasnya lagi.
Wali Kota Rahmad Mas’ud setiap melakukan Safari Ramadhan selalu sosialisasi bahaya bencana bukan saja kebakaran, tetapi juga bencana lainnya seperti potensi tanah longsor di kawasan perbukitan dan kawasan pesisir pantai yang rentan terhadap gelombang besar. (ANT)