src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Arahan Kadisdikbud Kukar, Heriansyah, di acara halal bi halal forum MKKS SMP.(sumber : Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar terus berupaya membenahi sektor pendidikan untuk mewujudkan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM).
”Indeks Raport pendidikan Kukar masuk kategori sedang, ke depannya kita wujudkan kategori baik sekali,” sebut Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah, Kamis 2 April 2026, di Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Kukar.
Heriansyah merinci, Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan tahun 2025 di angka 73,15 dengan predikat tuntas Pratama. Pada tahun ini ditargetkan predikat tuntas Madya dengan nilai 80-89.
Ada berbagai tantangan yang dihadapi seperti anggaran yang alami efisiensi anggaran. ”Sumber anggaran ada dari dana BOS nasional dan daerah, bisa dioptimalkan untuk kepentingan pendidikan,” ucap mantan Kepala Inspektorat Kukar ini.
Tantangan lainnya adalah menekan angka anak putus sekolah. Langkahnya dengan pendataan. Saat ini yang paling tinggi angka anak putus sekolah ada di jenjang SMA dan SMK. Pemkab akan berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim. ”Memang kewenangan Pemprov, tapi peserta didiknya dari Kukar,” tegasnya.
Optimalisasi pendidikan juga harus terbuka dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI) demi penunjang pembelajaran guru dan siswa, membuat karya tulis, tugas atau proposal. Walaupun penggunaan AI perlu diadaptasi, harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa, serta pembiasaan tes kemampuan akademik siswa.
”Bisa dibedakan tugas sekolah yang menggunakan AI atau asli buatan siswa yang punya kemampuan literasi baik,” pesannya.(Andri)