src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tragis! Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Karang Mumus Samarinda

Tragis! Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Karang Mumus Samarinda

2 minutes reading
Monday, 17 Mar 2025 14:00 323 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Peristiwa memilukan terjadi di Sungai Karang Mumus, tepatnya di Jl. Lambung Mangkurat, Gang Bhakti, RT. 041, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, pada Minggu sore (16/3/2025). Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, Abi Maksum, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sungai tersebut.

Korban, yang merupakan siswa kelas 3 SD 001 Danau Maninjau, diketahui tinggal di Jl. Lambung Mangkurat, Lorong H. Samad, RT. 41, Kelurahan Pelita. Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, jenazahnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada pukul 17.00 WITA.

Menurut keterangan saksi Fendi Ramadhan (28) dan anggota Basarnas Zikri (30), korban ditemukan di titik awal ia tenggelam. Tubuhnya dalam posisi tertengkurap, tanpa mengenakan baju, hanya memakai celana dalam dan celana pendek hitam.

“Dari pengamatan kami, korban sempat mencoba bertahan dengan berpegangan pada tunggul kayu di dasar sungai. Namun, sayangnya kakinya tertindih oleh balok kayu besar, sehingga tidak bisa kembali ke permukaan,” ungkap salah satu saksi yang ikut melakukan pencarian.

Tragisnya, arus sungai yang deras serta kondisi dasar sungai yang dipenuhi kayu-kayu besar diduga menjadi faktor utama yang menghambat korban untuk menyelamatkan diri.

Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polresta Samarinda, Basarnas Samarinda, BPBD Kota Samarinda, Damkar Kota Samarinda, serta relawan segera melakukan operasi pencarian. Mereka menggunakan berbagai peralatan, termasuk speed boat milik Satpolairud, rubber boat dari Basarnas, BPBD, dan Damkar, serta perahu milik warga sekitar.

Setelah pencarian intensif, pada pukul 17.00 WITA, tubuh Abi Maksum akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Tim SAR bersama warga segera mengevakuasi jenazah dan membawanya ke rumah duka di Jl. Lambung Mangkurat, Lorong H. Samad, RT. 41, Kelurahan Pelita.

Pasca kejadian, pihak kepolisian Inafis Polresta Samarinda langsung memasang garis polisi di lokasi tenggelamnya korban. Aparat juga menghimbau kepada warga, terutama para orang tua, agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak yang bermain di sekitar Sungai Karang Mumus.

“Sungai Karang Mumus memiliki arus yang cukup deras dan dasar yang berbahaya karena banyak kayu dan balok. Kami harap kejadian ini menjadi peringatan bagi warga agar lebih berhati-hati,” ujar salah satu petugas kepolisian.

Insiden ini menjadi pengingat betapa pentingnya pengawasan terhadap anak-anak di sekitar perairan. Diharapkan ada langkah pencegahan lebih lanjut dari pihak berwenang dan masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x