src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Balita di Sukabumi Meninggal karena Infeksi Cacing, Dokter Ingatkan Pentingnya Obat Cacing Rutin

Balita di Sukabumi Meninggal karena Infeksi Cacing, Dokter Ingatkan Pentingnya Obat Cacing Rutin

2 minutes reading
Wednesday, 20 Aug 2025 14:29 311 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Minum obat cacing, infeksi cacing, kesehatan anak, pencegahan penyakit, dan nutrisi tubuh setiap enam bulan hingga satu tahun sekali sering dianggap sepele. Padahal, langkah sederhana ini dapat menyelamatkan nyawa dari infeksi cacing yang kerap tidak disadari gejalanya.

Dilansir dari CNN Indonesia, seorang balita berusia 4 tahun bernama Raya, asal Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia dengan kondisi tubuh diduga dipenuhi ribuan cacing. Peristiwa ini viral setelah video berdurasi sembilan menit yang diunggah akun Rumah Teduh ditonton lebih dari 9 juta kali di Facebook.

Humas sekaligus Dokter IGD RSUD Syamsudin, Irfan, mengaku sempat menyaksikan langsung cacing sepanjang 15 sentimeter keluar dari hidung pasien saat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Ketika di IGD, tiba-tiba keluar cacing dari hidung pasien. Dari situ, kita mulai menduga ada kaitannya dengan infeksi cacing,” ujar Irfan.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, dokter memastikan Raya terserang askariasis, penyakit akibat cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Infeksi jenis ini terjadi ketika telur cacing tertelan melalui makanan, minuman, atau tangan yang kotor. Telur kemudian menetas di usus, berkembang menjadi larva, dan bisa menyebar ke organ tubuh lain bahkan hingga otak.

Dokter spesialis gizi klinis Johannes Chandrawinata menegaskan, pemberian obat cacing minimal satu kali dalam setahun sangat penting, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.

“Minimal satu tahun sekali. Pengobatan pencegahan cacing secara massal merupakan bagian dari usaha komprehensif untuk menurunkan angka kesakitan karena infeksi cacing,” kata Johannes.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan terapi pencegahan menggunakan albendazole 400 mg atau mebendazole 500 mg dosis tunggal setiap tahun. Di wilayah dengan tingkat infeksi lebih dari 20 persen, pengobatan bahkan disarankan dua kali setahun.

Infeksi cacing kerap tidak menimbulkan gejala jelas. Namun, dampaknya serius, terutama pada anak-anak karena cacing menyerap nutrisi penting dalam tubuh.

“Bila infeksinya berat sekali dan ada banyak cacing di usus, maka dapat terjadi muntah dan buang air besar yang mengandung cacing,” jelas Johannes.

Jenis cacing yang umum menginfeksi manusia antara lain cacing gelang, cacing tambang, dan cacing pita. Jika tidak diobati, infeksi dapat menimbulkan:

  • Gangguan pencernaan,
  • Anemia,
  • Kelelahan,
  • Hambatan tumbuh kembang pada anak,
  • Hingga penurunan produktivitas pada orang dewasa.

Selain obat cacing, kebiasaan menjaga kebersihan sangat penting untuk mencegah infeksi. Cuci tangan dengan sabun sebelum makan, minum air bersih, serta memastikan makanan matang sempurna adalah langkah sederhana yang efektif melindungi keluarga dari penyakit cacingan.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x