src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas Resmikan TPS3R di Pulau Derawan. (Foto: Ist) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) ‘RUPIAH’ (Rumah Pilah Sampah) di Pulau Derawan pada Rabu, 11 Januari 2026. Hal ini merupakan langkah penting untuk mengatasi permasalahan sampah yang selama ini mengganggu kebersihan pulau-pulau kecil seperti Derawan.
Pembangunan TPS3R yang dimulai sejak September 2025 ini kini siap dioperasikan. Fasilitasnya lengkap, yakni kantor operasional, gudang alat, ruang pengelolaan, hingga peralatan pendukung yang memungkinkan sistem langsung berjalan.
“Saya berharap TPS3R RUPIAH ini bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi juga bernilai ekonomi dan menjadi contoh untuk wilayah lain,” ucapnya.
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kampung Pulau Derawan, WWF-Indonesia dan pihak lainnya yang menghadirkan TPS3R RUPIAH sebagai jawaban atas persoalan pulau kecil yang selama ini kesulitan mengelola limbah, terutama saat musim kunjungan membludak. “Kami berterima kasih kepada seluruh mitra atas dukungan pembangunan TPS3R di Pulau Derawan,” ungkapnya.
Sri berharap dengan adanya TPS3R RUPIAH ini, masyarakat Derawan akan semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan, demi menjaga keindahan dan keberlanjutan Pulau Derawan sebagai destinasi wisata.
“Semoga dengan adanya TPS3R ini juga dapat bernilai ekonomi dan menjadi rezeki untuk masyarakat. Selai itu menjadi contoh untuk diterapkan di wilayah lainnya,” tuturnya.
Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengatakan bahwa Pembangunan TPS3R sudah selesai dan akan segera dioperasikan. “Kami bangga terhadap masyarakat dan para pihak yang telah terlibat langsung dalam pembangunan dan pengelolaan TPS3R ini ke depannya,” ucapnya.
Dukungan juga datang dari WWF-Indonesia bersama WWF-Netherlands serta mitra korporasi seperti Epson South East Asia dan Hilton Global Foundation. Direktur Program Kelautan dan Perikanan WWF-Indonesia, Candhika Yusuf, menekankan bahwa pengelolaan sampah di pulau kecil memiliki tantangan tersendiri, seperti lahan terbatas, kebutuhan listrik untuk pengepresan, hingga mahalnya biaya pengiriman sampah terpilah ke luar pulau.
Sampah anorganik dari hotel, penginapan, dan rumah tangga akan dipilah lebih rinci, botol plastik berdasarkan jenis (HDPE, LDPE), kaleng, hingga kemasan makanan untuk kemudian dikirim dan dijual. Sementara sampah organik didorong dikelola mandiri agar tidak menumpuk di TPS3R.
“RUPIAH bukan sekadar tempat pembuangan, melainkan simpul ekonomi sirkular yang membuka peluang pendapatan baru bagi warga,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan TPS3R tidak hanya ditentukan oleh peresmian dan fasilitas, melainkan oleh kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Jika masyarakat, pelaku usaha wisata, dan wisatawan ikut bertanggung jawab, maka Pulau Derawan berpeluang menjaga lautnya tetap biru.
“Tinggal memastikan nilainya benar-benar terasa bagi lingkungan, pariwisata, dan masa depan Pulau Derawan,” ujarnya.
Sebanyak 10 anggota tim pengelola telah dibekali pelatihan teknis, mulai dari klasifikasi sampah, keselamatan kerja, hingga alur distribusi. Mereka bahkan menyusun aturan operasional melalui diskusi kelompok terarah (FGD), membentuk struktur organisasi lengkap dari ketua hingga koordinator bidang pengangkutan, pemilahan, pengepakan, dan pengelolaan organik.
Ketua Tim Pengelola TPS3R, Heryuni, mengaku senang dengan adanya TPS3R ini. Selama ini sampah sering jadi masalah, apalagi di musim ramai wisatawan. “Dengan adanya fasilitas ini, kami siap mulai mengelola sampah dengan dukungan masyarakat agar Pulau Derawan tetap bersih,” bebernya.
Tak hanya mengandalkan tim inti, 10 local champion dari tiap RT juga dilibatkan untuk menjadi teladan masyarakat. Mereka menjadi ujung tombak edukasi dan teladan pemilahan sampah dari rumah.
“Mereka juga akan bertugas untuk mengajak masyarakat agar peduli pada kebersihan dengan memilah sampah dari sumber dan mengelola sampah secara keseluruhan melalui TPS3R,” tutupnya. (Riska)