src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tingkatkan Kualitas Jalan, Bappeda dan PU Kabupaten/Kota-Provinsi Harus Sinergi

Tingkatkan Kualitas Jalan, Bappeda dan PU Kabupaten/Kota-Provinsi Harus Sinergi

2 minutes reading
Tuesday, 22 Feb 2022 09:31 319 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim Dapil Kutai Kartanegara DR Sarkowi V Zahry, S.Hut, SH, M.M, M.Si, M.Ling angkat suara terkait jalan rusak parah di wilayah Desa Loleng, Kota Bangun, Kukar yang sempat viral di media sosial.

Diakui Politisi dari partai Golkar ini, banyaknya jalan rusak di Kaltim dikarenakan adanya keterbatasan anggaran. Sehingga banyak ruas jalan yang masih belum mengalami perbaikan, walaupun kondisinya memprihatinkan.

“Itu sebenarnya bukan jalan kewenangan provinsi. Intinya, bahwa infrastruktur yang ada di Kaltim ini ada yang sifatnya jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten. Memang dengan keterbatasan yang ada, tidak semua jalan yang rusak bisa diperbaiki,” ujarnya, ditemui headlinekaltim.co baru-baru ini.

Untuk itu, anggota DPRD Kaltim yang juga duduk di kursi Komisi III ini meminta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui OPD terkaitnya berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Bappeda dan Dinas PU tingkat kabupaten/kota.

“Kita minta supaya Bapedda kabupaten dengan Bappeda provinsi bisa lebih meningkatkan koordinasi untuk memperbaiki infrastruktur, mana yang masuk wilayah provinsi harus dikoneksikan dengan yang masuk dengan wilayah kabupaten. Sehingga jalan itu, apakah jalan kabupaten, provinsi atau nasional bisa mulus,” katanya.

Menurut Sarkowi, selama ini, antara jalan yang menjadi kewenangan provinsi, Kabupaten/kota maupun jalan nasional kurang terkoneksi dengan baik.

“Selama ini tidak terkoneksi. Satu hamparan jalan atau wilayah perbatasan, jalannya provinsi mulus, jalan kabupaten tidak mulus. Kalau dua-duanya mulus, jalan nasional tidak mulus,” katanya.

“Kita harapkan ada koordinasi yang lebih baik lagi antara Bappeda dengan PU masing-masing untuk meningkatkan kualitas jalan. Karena memang kalau tidak ada koordinasi dengan baik, maka sama saja nanti akan terjadi lagi, jalan itu sepotong-sepotong perbaikannya,” timpalnya.

Tak hanya itu saja, salah satu yang menjadi penyumbang terbesar kerusakan jalan adalah, adanya kendaraan besar pengangkut batu bara yang juga memanfaatkan jalan umum sebagai akses jalannya. Akibatnya, tonase jalan tidak sepadan dengan batas maksimum, sehingga umur jalan menjadi lebih pendek dan mudah rusak.

“Kita berharap supaya aktivitas tambang bisa terkini oleh pihak terkait agar tidak merusak jalan,” tutupnya. (Advetorial)

Penulis : Ningsih

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x