src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tingkatkan Ketahanan Keluarga di Kaltim, Masyarakat Harus Paham 8 Fungsi Keluarga

Tingkatkan Ketahanan Keluarga di Kaltim, Masyarakat Harus Paham 8 Fungsi Keluarga

2 minutes reading
Friday, 10 Jun 2022 20:25 336 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Ketahanan Keluarga, diharapkan akan menciptakan ketahanan keluarga sejak dari tingkat keluarga.

Anggota DPRD Kaltim Fitri Maysaroh mengatakan, ketika fungsi keluarga dipahami dan dilaksanakan, maka seluruh keluarga di Indonesia dan Kalimantan Timur khususnya akan terlindungi dari bahaya yang tidak hanya dapat merusak keluarga itu sendiri.

“Mengukur tingkat ketahanan keluarga itu ada beberapa indikator. Misalnya masalah legalitas, lalu faktor fisik kemampuan pemenuhan sandang pangan dan seterusnya. Kemudian faktor sosial budaya, itu terkait semua. Ketika orang sudah berkeluarga, tapi dia tidak paham fungsi keluarga, maka itu sulit. Padahal kita sudah dipahamkan tentang fungsi keluarga itu sendiri,” ucapnya, ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kaltim.

Delapan fungsi keluarga yang dimaksud Politisi wanita dari partai PKS ini diantaranya, fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan.

Fungsi agama sangat penting dijalankan dalam keluarga karena agama merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Dan keluarga akan mengajarkan setiap anggotanya untuk melaksanakan ibadah dengan keyakina penuh kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tentunya tidak boleh mengabaikan toleransi beragama.

Kemudian, fungsi ekonomi menjadi hal yang penting dalam menjaga ketahanan keluarga. Lingkungan keluarga dapat menjadi tempat untuk membina dan menanamkan nilai-nilai yang berhubungan dengan keuangan dan pengaturan penggunaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mewujudkan keluarga sejahtera.

“Kalau itu semua difungsikan dengan baik, sebenarnya keluarga di Indonesia akan baik-baik saja. Tapi karena fungsi yang tidak dijalankan dengan baik, makanya ada efek kekerasan dan seterusnya. Dampaknya juga, ekonomi tidak karuan,” terangnya.

“Jadi, tidak selalu diidentikkan keluarga yang ekonominya lemah lalu dia rentan kekerasan, karena sebenarnya ada aspek fisik yang secara ekonomi mapan, tapi rentan perceraian dan narkoba. Tapi ada juga yang ekonominya pas-pasan, tapi keluarga harmonis,” timpalnya.

Sehingga, lanjut anggota Komisi IV DPRD Kaltim ini, ketahanan keluarga tidak hanya diukur dengan satu indikator saja, justru diukur dengan banyak indikator.

“Makanya ketahanan keluarga itu mengukurnya tidak hanya satu, tali mengukur legalitas, mengukur fisik dan lainnya. Penting kita berharap agar dapat mengembalikan fungsi keluarga, seperti yang dicanangkan oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Sehingga kita berharap, ini dapat menaikkan ketahanan keluarga di Kaltim,” tutupnya.

Penulis : Ningsih

LAINNYA
x