Beranda BUMI ETAM Tak Perlu Menunggu KPU, Bakal Paslon Boleh Pasang APK Sendiri

Tak Perlu Menunggu KPU, Bakal Paslon Boleh Pasang APK Sendiri

Tak Perlu Menunggu KPU, Bakal Paslon Boleh Pasang APK Sendiri - headlinekaltim.co
Rakor KPU dan tim bakal pasangan calon membahas APK. (Foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda menggelar rapat koordinasi (Rakor) penentuan lokasi pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan penyusunan jadwal kampanye Pilkada 2020, Senin 21 September 2020.

Rakor dilaksanakan di ruang rapat gedung KPU Samarinda Jalan Ir Juanda, diikuti oleh masing-masing perwakilan tim pemenangan bakal pasangan calon (Balaslon).

Ketua KPU kota Samarinda Firman Hidayat mengatakan, kompensasi dalam pengadaan APK,  Bapaslon bisa membuat 200 persen dari jumlah yang dibuat KPU.

Advertisement

“Misal baliho tingkat kota, KPU bisa adakan sebanyak 5 buah. Bapaslon bisa adakan 200 persen, berati 10 buah. Umbul-umbul basisnya kelurahan, 1 kelurahan ada 20 buah, artinya Bapaslon bisa mencetak 40 buah. Spanduk kecamatan hanya 2, artinya Bapaslon bisa cetak 6.  Nah, yang kami bahas dan pertegas adalah titik-titik untuk pemasangan, bukan hanya APK tapi juga bahan kampanye,  selebaran yang jumlahnya bisa dicetak 100 persen jumlah KK di Kota Samarinda. Kita sudah umumkan DPS masing-masing kelurahan, dari gambaran jumlah KK di Samarinda ada 293 ribu,” papar Firman.

Bapaslon, kata Firman, bisa memasang APK yang sudah dibuat sendiri mulai tanggal 26 September.  Artinya, APK yang disediakan oleh KPU hanya sebagai cadangan. Sebab, jika menunggu APK dari KPU, itu baru akan selesai pertengahan bulan Oktober.

Komisioner KPU Samarinda Moh. Najib mengatakan pola pembagian jadwal kampanye yang dilakukan KPU Samarinda adalah berdasarkan nomor urut sesuai tiga zona karena menyesuaikan jumlah Paslon.

“Kita ingin semua dapat jatah giliran yang sama di hari yang berbeda. Di hari Minggu ada yang dapat sama, atau lebih mengingat ini lebih dari 71 hari. 71 hari dikurangi waktu debat 3 hari,” katanya.

Zona per kecamatan yang akan digunakan Bapaslon disesuaikan nomor urut. Dan membagi secara proporsional jadwal untuk kampanye ketiga pasangan.

Untuk jadwal debat publik calon wali kota akan digelar tanggal 18 Oktober. Debat kedua tanggal 10 November untuk calon wakil wali kota. Debat ketiga tanggal 2 Desember untuk pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

Penulis: Ningsih

Komentar
Advertisement