src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Syaharie Jaang Luncurkan Taman Odah dan Program Kotaku Segmen Perniagaan

Syaharie Jaang Luncurkan Taman Odah dan Program Kotaku Segmen Perniagaan

3 minutes reading
Tuesday, 19 Jan 2021 14:16 206 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang meluncurkan Taman Odah dan Proyek Kotaku tahun 2020 Segmen Perniagaan, Selasa 19 Januari 2021. Dalam sambutannya, Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan, Program Kotaku adalah proyek yang pengerjaannya tidak dapat dilakukan sendiri. Perlu kerja sama antarinstansi terkait serta dukungan dari masyarakat.

Ia menyebut, pengerjaan Proyek Kotaku ini juga sempat diwarnai “riak-riak” kecil. Namun, Syaharie Jaang memastikan hal tersebut dapat diatasi dengan baik. “Saya ingat beberapa waktu lalu itu ada riak-riak sedikit. Bahkan, dari Bank Dunia meminta kita untuk meyakinkan, jangan sampai dampak sosial ini tidak bisa diselesaikan dan ada hubungan yang tidak baik dengan masyarakat. Jadi, saya ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kita yang pernah menempati kawasan ini. Alhamdulillah dengan komunikasi yang baik, dengan penuh kekeluargaan sehingga di sini dibongkar. Dan sekarang kita bangun,” ucapnya.

Jaang berharap, dengan terwujudnya program Kotaku akan berdampak baik bagi keindahan kota Samarinda. Dan sekaligus untuk mengurangi dampak dari banjir di Kota Tepian. “Program Kotaku Kota tanpa Kumuh ini bukan hanya untuk keindahan kota, tetapi tak kalah pentingnya bahwa Sungai Karang Mumus adalah sungai yang besar, membelah kota kota yang menjadi drainase, parit dan got besar. Jangan sampai di situ ada sampah, sedimentasi kedangkalannya tidak terkontrol,” ujarnya.

“Kotaku ini di tepi Karang Mumus, hal utama bukan hanya keindahan tanpa kumuh. Tapi membantu penanggulangan banjir di kota kita. Saya berterima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Gubernur Kaltim, TNI-Polri untuk menormalisasi Karang Mumus,” lanjutnya.

Diakui orang nomor satu di Samarinda ini, program Kotaku ini masih belum selesai. Dia berharap kepada Wali Kota Samarinda terpilih serta jajarannya nanti akan melanjutkan program tersebut untuk menciptakan Samarinda sebagai kota yang indah dan bebas banjir.

“Program ini belum selesai. Selama saya menjabat, ada juga yang kita selesaikan di dekat Rumjab wali kota yaitu segmen Ruhui Rahayu. Alhamdulillah, sudah dikerjakan, walau masih ada sedikit yang tinggal di situ. Ini perlu dirapikan lagi. Alhamdulillah, dampaknya luar biasa. Karena segmen Pasar Segiri ini sangat berhubungan erat dengan persoalan yang menjadi keluhan masyarakat akibat kurang lancarnya arus Karang Mumus,” katanya, seraya menyinggung  keluhan masyarakat soal kawasan Gang Nibung dan sepanjang kawasan tepi Jalan Soetomo.

Pada kesempatan itu pula, Syaharie Jaang berpamitan kepada seluruh masyarakat karena dirinya akan memasuki Purna Tugas pada tanggal 17 Pebruari 2021. “Saya mohon pamit karena tanggal 17 Februari nanti, saya akan kembali menjadi masyarakat biasa dan bukan siapa-siapa lagi,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur PKP-DJCK Wahyu Kusumosusanto, Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, dan unsur pimpinan OPD di lingkup Pemkot Samarinda.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x