src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sterilkan Gepeng dan Anjal,  Dinsos Kaltim Sinergi hingga ke Provinsi Lain

Sterilkan Gepeng dan Anjal,  Dinsos Kaltim Sinergi hingga ke Provinsi Lain

2 minutes reading
Tuesday, 25 May 2021 21:21 270 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Dinas Sosial Kaltim Agus Hari Kesuma optimistis mewujudkan Provinsi Kaltim steril dari orang terlantar, gepeng, anjal, dan pengemis pada tahun 2022 mendatang.

“Insyaallah tahun depan tidak ada lagi itu. Jadi tidak ada lagi toleransi, Insyaallah tahun depan bersih. Ini kita masih menyusun kelembagaan, bekerjasama dengan Satpol-PP karena banyak kita lihat memang bukan masyarakat kita memang,” ucapnya pada awak media usai mendampingi Gubernur Kaltim menyerahkan bantuan logistik untuk korban banjir Berau dan Kutim, Selasa 25 Mei 2021.

Dia mengatakan, saat ini Dinas Sosial Kaltim meningkatkan tupoksi penanganan, yang awalnya menangani anak bermasalah dengan hukum, menjadi program rehabilitasi.

Tentunya, kata dia, Dinas Sosial Kaltim juga menggandeng OPD lain yang berkaitan, termasuk dengan kabupaten/kota untuk saling bersinergi.

“Kita bersama Satpol-PP akan menindak tegas. Tidak ada lagi penyandang masalah sosial di jalanan karena kalau kita biarkan terus menerus di kota utamanya, lama-kelamaan akan semakin banyak orangnya. Kita sudah bekerjasama dengan Dinsos Samarinda, Balikpapan dan Bontang,” terangnya.

Menurutnya, saat ini yang dilakukan adalah mengembalikan mereka ke daerah asal masing-masing. Selain itu, bagi warga yang sudah berusia renta, maka akan dibawa ke panti yang dikelola oleh Dinas Sosial.

“Kalau yang ada sekarang, kita amankan, dididik. Kalau bukan orang sini, kita kembalikan dengan berkoordinasi dengan Dinsos asal mereka,” kata Agus.

Dia menyebut, kasus terbanyak adalah orang terlantar. Terbanyak berasal dari NTB. Untuk itu, pihaknya telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Dinsos NTB untuk penanganan masalah tersebut.

“Kebanyakan yang kita pulangkan dari NTB, kemarin itu 12 orang dengan kasus penipuan. Mereka dipekerjakan di sini, tapi tidak digaji, larinya ke Dinsos. Kemarin juga dari Jogya ada 3 orang dan terakhir dari Kubar. Kita pulangkan. Terbaru, kita bekerjasama dengan Dinsos NTB, karena NTB banyak betul orang terlantar di sini. Biaya pulang juga besar. Kita juga menggandeng paguyuban untuk membantu pemulangan mereka,” tutupnya.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x