src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Bidang P2P, Dinas Kesehatan Berau, Garna Sudarsono. (Riska)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kepala Bidang P2P, Dinas Kesehatan Berau, Garna Sudarsono mengungkapkan, selama pandemi COVID-19, pihaknya kesulitan melacak penderita penyakit Tuberkulosis atau TB.
Penyebabnya, sebagian gejala TB mirip COVID-19 membuat banyak masyarakat enggan memeriksakan diri karena takut divonis terpapar virus corona. “Tahun 2021 ada sekitar 219 kasus, banyak masyarakat yang tidak berkunjung karena adanya COVID-19 sehingga target pencapaian tracing-nya rendah,” jelasnya pada Kamis 31 Maret 2022.
Ia menerangkan, target tracing penyakit tersebut disesuaikan dengan jumlah penduduk. Penentunya adalah Pemerintah Pusat. Selama pandemi, kegiatan pelacakan kasus penyakit TB ini pun terganggu.
Terkait jumlah suspek berdasarkan standar pelayanan minimal (SPM), dari 100 persen, pihaknya baru mencapai 43 persen. Targetnya 4.888 kasus, capaian hanya 2.120 kasus untuk seluruh kecamatan.
“Karena itu tadi antara gejala COVID-19 dan penyakit TB hampir-hampir sama, sehingga masyarakat kita takut untuk memeriksakannya,” tuturnya.
Garna menjelaskan bahwa kasus penyakit TB ini harus diperiksakan di Puskesmas. “Dari yang terduga 2.120, baru diobati 219, itu yang sudah positif TB,” ucapnya.
Orang yang mempunyai gejala batuk artinya diduga TB sehingga mereka harus memeriksakan diri. Jika dinyatakan positif maka itu akan diobati. Jumlah suspek terbanyak ditemukan di Kelurahan Bugis dan Tanjung Redeb.
“Sementara dalam pengobatan di tahun ini 50 kasus. Kalau yang di sini semuanya difasilitasi yang masuk ke laporan kita,” pungkasnya.
Selama pandemi, pihaknya menganjurkan pasien mengambil obat setiap 15 hari agar tidak terlalu sering ke Puskesmas. Jika tidak datang, maka akan dilacak oleh petugas. “Target tahun 2022 ini agak menurun karena pusat yang menentukan,” ucapnya.
Adapun target peacakan suspek TB pada tahun 2022 ini berdasarkan SPM yang ditentukan Kementrian Kesehatan RI sebanyak 4.643.
Penulis: Riska
Editor: MH Amal
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim