src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad saw. (Gambar oleh Mohammad Sheyriyar Shah dari Pixabay)HEADLINEKALTIM.CO – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap 12 Rabiul Awal menjadi momen sakral bagi umat Islam di seluruh dunia. Tradisi ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap kelahiran Rasulullah, tetapi juga refleksi atas keteladanan beliau yang abadi. Namun, sejarah mencatat perayaan Maulid memiliki jejak panjang, mulai dari perdebatan asal-usul di Mesir, peran Sultan Salahuddin Al-Ayyubi, hingga akulturasi budaya yang mewarnainya di Nusantara.
Dilansir dari Liputan6, terdapat dua teori utama mengenai awal mula tradisi Maulid Nabi. Teori pertama menyebutkan perayaan ini bermula pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir sekitar abad ke-10 Masehi. Dinasti beraliran Syiah Ismailiyah ini menjadikan Maulid sebagai bagian dari perayaan keagamaan, termasuk memperingati hari lahir tokoh keluarga Nabi. Menurut catatan sejarawan Al-Maqrizi, Raja al-Muiz Li Dinillah disebut sebagai penguasa pertama yang menginisiasi perayaan tersebut pada abad ke-4 Hijriah.
Teori kedua berkembang pada masa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1137–1193 M). Ia melihat peringatan Maulid sebagai sarana membangkitkan semangat jihad umat Islam di tengah Perang Salib. Dengan dukungan iparnya, Muzaffaruddin Gekburi, Sultan Salahuddin menggelar peringatan massal pada 1184 M yang melibatkan sayembara penulisan kisah Nabi. Dari sinilah lahir karya monumental Kitab Barzanji, yang hingga kini dibacakan dalam perayaan Maulid di berbagai belahan dunia.
Seiring berkembangnya tradisi ini, muncul perdebatan panjang di kalangan ulama.

Di Nusantara, Maulid Nabi diperkenalkan oleh Wali Songo sejak abad ke-15 sebagai sarana dakwah. Tradisi ini kemudian berakulturasi dengan budaya lokal sehingga melahirkan beragam bentuk perayaan, antara lain:
Tradisi ini membuktikan bahwa Maulid tidak hanya bernuansa spiritual, tetapi juga menjadi ruang kebudayaan yang memperkuat solidaritas masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menyimpan sejumlah nilai penting:
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya