src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> RSUD AMP Kewalahan Layani Pasien COVID-19, Ini Langkah Pemkab Kukar

RSUD AMP Kewalahan Layani Pasien COVID-19, Ini Langkah Pemkab Kukar

2 minutes reading
Monday, 5 Jul 2021 23:48 446 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Jumlah pasien COVID-19 di Kukar kian bertambah. Manajemen RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang makin kewalahan. Bahkan, ruang rawat inap telah dialihfungsikan untuk pasien COVID-19.

“Sudah kita tambah 30 tempat tidur khusus pasien COVID-19 di Gedung Enggang lantai 3,” ucap Plt Dirut RSUD AMP, Martina Yulianti, Senin 5 Juli 2021.

Dalam pesannya, Martina meminta kepada masyarakat Kukar untuk jaga kesehatan dan tetap mematuhi Prokes. Itu mengingat daya tampung ruang rawat inap sudah penuh di RS pelat merah tersebut.

Martina memastikan, akan terjadi waktu tunggu yang lumayan lama bagi penanganan pasien non COVID-19.

“Dokter dan perawat tidak tersedia, oksigen tidak tersedia, kenapa kami menyerah, jumlah orang yang sakit melebihi kemampuan penanganan, ” keluh Martina, yang juga Kadinkes Kukar ini.

Keluhan Martina sampai ke telinga Sekda Kukar Sunggono. Ada beberapa kebijakan yang akan dilakukan Pemkab. Kapasitas wisma atlet di Desa Perjiwa Tenggarong Seberang juga sudah penuh.

“Kita sedang perbaiki gedung asrama yang rusak agar bisa difungsikan dalam penanganan pasien COVID-19, ” sebut Sunggono.

Untuk tempat tidur, semua ranjang tingkat akan digunakan. Penambahan kasur juga akan dilakukan secepatnya.

“Kalau pengadaan kasur melalui APBD pasti akan lama, makanya kami sudah meminta bantuan ke SKK Migas, Alhamdulillah dibantu 100 unit kasur, ” ucapnya.

Sunggono mengaku akan bekerja sama lagi dengan hotel-hotel yang ada di Tenggarong, untuk difungsikan menjadi ruang rawat inap pasien COVID-19.

“Kami sudah komunikasi dengan manajemen Hotel Grand Elty, mereka sudah siap menampung pasien untuk isolasi, ” ucapnya.

Bupati Kukar Edi Damansyah menyarankan agar pasien COVID-19 yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) jangan dirawat di fasilitas umum. Mereka bisa memakai fasilitas hotel untuk isolasi karyawannya.

“Pendanaan Pemkab Kukar sedang alami penurunan, sebaiknya karyawan perusahaan yang OTG dirawat di hotel pakai biaya perusahaan, atau bisa mamfaatkan fasilitas rawat inap yang ada di Kecamatan, ” pinta Edi.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x